Thu. Sep 24th, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

13 TKI Ilegal Diterima Disnaker Lampung

2 min read

JARRAKPOSLAMPUNG – Sedikitnya 13 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI tiba di Bumi Ruwa Jurai secara non prosedural (ilegal). Kendati demikian Dinas Tenaga Kerja setempat tetap melakukan edukasi dan menerima kedatangan 13 TKI tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Lukmansyah sebagimana dikutip kantor berita antara mengatakan, 13 Tenaga kerja indonesia non prosedural tersebut akan pulang ke tiga kabupaten yakni Lampung Timur, Pesawaran dan Lampung Barat.

13 Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI yang pulang secara nonprosedural sedang menerima pengarahan. (foto:antara)

“Ya, hari ini tepatnya pukul 09.00 WIB kami menerima kepulangan 13 pekerja migran nonproseduralasal tiga kabupaten di Provinsi Lampung,” kata Lukman, Sabtu (16/05/2020).

Menurutnya, meski 13 TKI tersebut ilegal, pihaknya tetap menerima dan melakukan edukasi. Sebab, kata dia, selama pandemi Covid-19 sudah menjadi pihaknya menerima dan mengedukasi setiap pekerja migran asal Lampung yang mengalami pemutusan hubungan kerja, tanpa pembedaan.

“Kami menerima kepulangan semua pekerja migran asal Lampung, tanpa pembedaan yang resmi ataupun non prosedural, sebab semua merupakan warga Lampung dan membutuhkan perhatian karena terdampak COVID-19,” tuturnya.

Seluruh TKI tersebut, lanjutnya, telah diperiksa dengan protokol kesehatan dengan hasil sehat dan telah kembali ke rumah masing-masing dijemput oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten.

“Semua kita periksa di shelter wisma haji, semua sehat sebab mereka sudah melewati pemeriksaan di KKP Pontianak, Semarang dan di Lampung, saat ini telah di jemput oleh tim dinas kabupaten setempat,” ucapnya.

Ia mengatakan, pihak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, selain memeriksa, melakukan pendataan, dan pengawasan bagi pekerja migran, juga memberikan edukasi kepada pekerja migran non prosedural agar menjadi pekerja migran resmi saat di masa depan hendak bekerja kembali.

“Selain kita edukasi mengenai pencegahan COVID-19 dengan isolasi mandiri, kami juga memberikan edukasi bagi pekerja migran non prosedural agar di kemudian hari bila hendak bekerja harus menjadi pekerja migran resmi untuk menghindari beragam risiko,” pungkasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *