Mon. Sep 21st, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Agung Dibela Paman di Persidangan

2 min read

JARRAKPOSLAMPUNG – Paman dari Bupati Lampung Utara nonaktif, yang Mantan Tenaga Ahli Bupati, Yamin Thohir mengaku akan membela kemenakannya, Agung Ilmu Mangkunegara yang saat ini duduk dikursi pesakitan.

Pengakuan Yamin Thohir diungkapkannya saat menghadiri peraidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (12/05/2020).

“Dia (Agung) ini ponakan saya, karena darah saya mengalir didirinya jadi saya harus bela dia. Saya ini koordinator tim sukses. Tim suksesnya di periode pertama dan kedua saya yang paling aktif,” kata dia.

Selain sebagai koordinator tim sukses, dirinya juga ada nama lain, yakni Tohir Hasyim selaku sekretarisnya. Selain sebagai sekretaris pemenangan, Tohir Hasyim juga diakuinya sebagai kontraktor.

Menanggapi, pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ikhsan Fernandi, yang memoertanyakan apakah Yamin kenal dengan Taufik Hidayat? Yamin Tohir mengatakan, Taufik adalah juga tim sukses dan kerap menemani Agung saat kampanye.

“Pekerjaan Taufik ini pertama kali sebagai PNS di Kabupaten Waykanan, lalu pindah ke Lampura menjadi Kabid Mutasi setelah itu mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota Metro dan beliau mengundurkan diri dari PNS,” tuturnya.

Disinggung JPU, apakah relawan atau tim sukses mendapatkan jatah proyek? Yamin mengaku tidak mengetahui terkait pemberian-pemberian sejumlah proyek ke para relawan.

“Saya enggak mengetahui itu. Tetapi, saya hanya tahu waktu itu Tohir Hasyim yang mendapatkan proyek itu saya hanya dengar saja, beliau juga enggak pernah melapor terkait dia dapat proyek. Saya juga enggak tahu bagaimana cara mendapat proyek,” jelad dia.

Menurutnya, dirinya tidak ikut campur mengenai para relawan tersebut, mendapatkan proyek atau tidak.

“Yang saya dengar dari si A dan B disana itu memang ada yang menerima proyek, saya ini orang politik, dan saya selalu kalau orang bicara saya tampung, kalau enggak bicara saya pancing, saya lakukan itu karena demi untuk mengamankan ponakan saya (Agung, red), bagaimana caranya apapun itu saya harus mengamankan beliau ini,” tutur dia.

Ketika di tanya JPU KPK Ikhsan, terkait apakah dirinya pernah mendengarkan dari Taufik dan Syahbudin pembagian pekerjaan untuk tim sukses? Yamin pun mengaku tidak pernah bertanya lebih jauh.

“Saya enggak mau pusing, sekedar tahu saja saya. Saya juga enggak pernah mencari untung dari keponakan saya, termasuk uang fee,” pungkasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *