January 22, 2021

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

AKSI UNJUK RASA DARI KOALISI MASYARKAT PEDULI KESEHATAN ( KOMPAK ) DI KANTOR KEMENTERIAN KESEHATAN RI

3 min read

Jakarta, balapatti.com – Pada 26 November 2020, Pkl 09.00 WIB di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jl.HR.Rasuna Said Blok X-5 Kav 4-9 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan. telah berlangsung aksi unjuk rasa 30 orang dari Koalisi Masyarakat Peduli Kesehatan ( Kompak ),dpp Novita dan Tubagus Haryo Karbyanto.

Dengan Tuntutannya Mempercepat terealisasinya revisi pemerintah No.109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan.

loading...

Menggunahkan Spanduk / Poster :
Jangan sok sibuk urus Covid-19 darurat perokok anak. Perbesar peringatan kesehatan bergambar. Somasi Menkes revisi PP 109. 2 tahun ngerivisi PP 109 ngapain aja ?. Larang iklan rokok. Darurat perokok anak prevalensi ya terus meningkat pak Menkes kemana ? Segera selesaikan revisi PP 109 Tahun 2020. Dimana Menkes bangun dong pak apa yang bisa dibantu dari revisi PP 109 pak , kok lama amat.

Dengan Orasi-orasinya,
1Hari ini Koalisi Masyarakat Peduli Kesehatan ( Kompak ) kembali melakukan aksi damai didepan kantor kementerian kesehatan RI, Kuningan Jakarta, hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut surat peringatan somasi Pertama yang telah disampaikan pada 12 November 2020 lalu, kepada menteri kesehatan Dr.Terawan Agus Putranto untuk segera menyelesaikan revisi peraturan pemerintah No.109 Tahun 2012 ( PP 109/2012 ).

  1. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, peraturan pemerintah No.109 Tahun 2012 ( PP 109/2021 ) tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan sedang di revisi sesuai amanah rencana pembangunan jangka menengah Nasional ( RPJMN ) 2020 – 2024. Revisi ini harus dilakukan untuk memperkuat peraturan yang ada demi memperkuat perlindungan masyarakat terutama anak anak dari bahaya akibat konsumsi rokok.
  2. Dua Minggu lalu KOMPAK, mewakili masyarakat yang berhak atas perlindungan total dari segala termasuk bahaya konsumsi rokok, telah melayangkan somasi I untuk menuntut Kementerian Kesehatan cq Menteri Kesehatan RI agar melakukan tugas dan kewenangan dalam menyelesaikan revisi PP 109/2012 dalam waktu 14X24 Jam.
  3. Ini bukan aksi kita yang terakhir dan kami akan kembali lagi di kementerian Kesehatan RI, 7 hari kedepan, tetap semangat kawan kawan.

Pukul 09.27 WIB, 5 ( Lima ) Orang perwakilan Pimp.Tubagus Haryo Karbyanto, memasuki Ruang Naranta Kementerian Kesehatan RI untuk melakukan Audiensi singkat dan diterima oleh Bpk. Busroni Kepala Biro Komunikasi dan Ibu Cici Biro Hukum.
Penyampaian dari massa aksi :

  • Perwakilan massa aksi ingin agar segera Kementerian Kesehatan RI, merevisi tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan sedang direvisi sesuai amanah rencana pembangunan jangka menengah Nasional ( RPJMN ) 2020 – 2024. Dan menteri kesehatan RI agar melakukan tugas dan kewenangan dalam menyelesaikan revisi PP 109/2012 dalam waktu 14X24 Jam.
  • Revisi PP 109 tahun 2012 sangat mendesak mengingat tingkat perokok anak terus naik dan jika revisi tidak segera dilakukan aturan aturan teetap akan longgar seperti sekarang maka sangat mungkin Indonesia akan mengalami ledakan perokok anak yang tidak terbendung

Tanggapan dari Bpk. Busroni Kepala Biro Komunikasi dan Ibu Cici Biro Hukum Kementerian Kesehatan RI :

  • Penyamapain massa aksi telah disepakati oleh pihak kementerian Kesehatan RI dan mendatangani isi surat dari Revisi tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan sedang direvisi sesuai amanah rencana pembangunan jangka menengah Nasional ( RPJMN ) 2020 – 2024.

Pukul 09.37 WIB, 5 ( Lima ) Orang perwakilan Pimp.Tubagus Haryo Karbyanto, telah selesai melakukan audiensi singkatnya dan telah di sepakati juga oleh Pihak Kementerian Kesehatan RI.

Pkl 10.10 WIB, Aksi selesai dan massa aksi membubarkan diri dengan tertip

K89YL99

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed