Sat. Sep 26th, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Bandarlampung Banjir, Dewan Meradang

2 min read
foto : istimewa


JARRAKPOSLAMPUNG – Banjir bukan perkara baru di Kota Bandarlampung. Sejarah mencatat hampir setiap musim penghujan, sejumlah wilayah di Kota Tapis Berseri selalu terendam banjir.

Lalu, apakah harus menunggu korban berjatuhan baru ada tindakan? Ketua Komisi III DPRD Kota Bandarlampung H. Yuhadi tidak tinggal diam terkait persoalan tersebut. Kader Golkar juga Pengurus Wilayah GP Ansor Lampung itu segera akan memanggil pihak terkait, terutama Dinas Pekerjaan Umum.

Tidak hanya Yohadi, Wakil Ketua DPRD Lampung dari Fraksi Nasdem, Fauzan Sibron juga meluapkan kekesalannya. Dalam postingan instagramnya Sekretaris DPW Nasdem Lampung itu mengungkapkan perlu ada revisi terhadap Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Bandarlampung.

“Tahun lalu saya pernah menolak pembangunan perumahan di wilayah Sumur Putri, Batu Putu. Karena sebaiknya menjadi wilayah resapan air,” tulis mantan ketua DPD KNPI Kota Bandarlampung itu, Senin (30/12/2019).

Saat ini, lanjutnya, wilayah tersebut (Sumur Putri) sedang dibangun perumahan, dan bukit-bukit di Bandarlampung sudah banyak beralih fungsi.

“Stop! bukit dijadikan pemukiman, dan tetap pertahankan wilayah resapan air dengan merevisi RTRW Bandarlampung,” tegasnya.

Postingan Fauzan Sibron di instagramnya, Senin (30/12/2019).

Diketahui, guyuran hujan di penghujung tahun telah menyebabkan banjir di sejumlah tirik, seperti jalan protokol dan pemukiman penduduk. Sebagian wilayah pemukiman dan jalan terendam hingga 30 cm. Langganan genangan air cukup tinggi terjadi di Jl Kartini tepatnya depan Hotel Horison Bandarlampung dan Mall Kartini.

Selain itu, genangan air juga terjadi di dekat SPBU Tanjungkarang. Ketinggian air di depan Hotel Horison cukup tinggi hingga 50 cm. Di Jalan Pangeran Antasari genangan air juga tidak kalah tinggi.

Di ruas Jalan Imam Bonjol tepatnya dekat Gg. Kulit juga terjadi genangan air. Begitu juga di sekitar Lungsir Jl Diponegoro juga terjadi genangan air. Sebuah pohon kering dekat SDN 1 Langkapura tumbang dan sebagian mengganggu arus lalu lintas.

Tidak hanya itu, di kawasan Kedaton, Rajabasa, Tanjungkarang Pusat, dan Telekbetung Utara dan Langkapura. Arus lalu lintas kendaraan terpaksa melambat untuk menghindari lubang jalan yang tertutup air. Bahkan beberapa lapisan aspal mengelupas ditemukan di beberapa ruas jalan. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *