December 5, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Covid-19 Masih Mewabah, Pemuda Minta Lakukan Rapid Test Secara Massal

2 min read

JARRAKPOSLAMPUNG – Terus meningkatnya jumlah orang terinfeksi covid-19 di Lampung, dan bertambahnya angka kematian akibat virus mematikan itu, sejumlah elemen di Lampung meminta agar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan rapid test secara masal.

Tokoh Pemuda Bandarlampung yang juga Ketua Majelis Pemuda Indonesia Daerah (MPID) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bandarlampung, Sudibtyo Putra misalnya, memandang perlu adanya perbaikan dalam sistem kerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Ya, saya rasa perlu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung untuk mengambil langkah yang lebih kongkrit, epektif dan efesien. Misalnya, karantina setiap pendatang atau melakukan rapid test secara masal. Mengingat sudah 6 orang tanpa gejala (OTG) dinyatakan positif Covid-19,” kata Sudibyo dalam rilisnya, Selasa (07/04/2020) malam.

Menurut Sudib, selain rapid test secara massal. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga perlu melakukan perbaikan sistem deteksi dini penyebaran Covid-19 di setiap RS rujukan, Puskesmas dan pintu masuk wilayah seperti Bandara dan Pelabuhan.

“Tidak hanya ukur suhu badan dan semprot-semprot disinfektan saja. Virus ini tidak kelihatan, dan yang terinfeksi tidak selalu menunjukkan gejala. Buktinya sudah 6 OTG di Lampung yang dinyatakan positif. Harus dibatasi jumlah orang masuk ke Lampung setiap satu pekan. Agar yang sudah masuk Lampung bisa dipastikan terinfeksi atau tidak, dengan dilakukan rapid test,” tuturnya.

Karenanya, kata dia, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung harus memperbanyak jumlah rapid test. Paling tidak, tambahnya, setiap orang dalam pantauan (OTG) dan Pasien Dalam Pantauan (PDP) dilakukan rapid test.

“Jangan sampai terjadi lagi orangnya sudah meninggal baru diketahui positif terinfeksi covid-19. Ini kan bahaya. Kan anggarannya ratusan miliyar, dari pada hanya untuk kegiatan yang tidak epektif,” tegas dia.

Selanjutnya, Sudibyo juga mengkritisi kinerja RS rujukan Covid-19 dan Puskesmas di Bandarlampung terkait deteksi dini penyebaran Covid-19. Sebab, kata dia, dari pengalaman dirinya saat melapor ke Puskesmas bahawa ada yang baru datang dari luar daerah, hanya diminta nomor kontak dan alamat tanpa ada tindak lanjut.

“Bagaimana kalau ternyata yang dilaporkan positif terinfeksi covid-19? Berapa orang saja yang bisa tertular. Tanggapan RS dan Puskesmas yang seakan menyepelekan itu sangat berbahaya, juga membuat masyarakat malas untuk melapor,” jelas dia.

Saat ini, tambah Wakil Ketua PC NU Bandarlampung itu, masyarakat sudah tahu bahwa seluruh kegiatan ditunda lantaran anggaran dirasionalisasi demi pandemi Covid-19 ini.

“Artinya tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk tidak maksimal. Memang butuh langkah kongkrit jika ingin wabah ini selesai dengan cepat dan prekonomian segera pulih. Jangan masyarakat diminta dirumah saja, tanpa ada kepastian sampai kapan. Sementara orang luar masuk membawa virus tidak di stop!” pungkasnya. (***)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed