Fri. Oct 16th, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Diduga Suami yang Menjadi ‘Carrier’ Virus, IRT di Metro Positif Covid-19

2 min read

Pasien Merupakan Seorang Bidan

JARRAKPOSLAMPUNG – Meski tidak pernah melakukan perjalanan keluar daerah dan kontak langsung dengan pasien Covid-19. Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kota Metro dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

TONTON VIDEO PENJELASAN LENGKAPNYA DI SINI

Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kota Metro, Nasir AT. MM mengatakan, IRT tersebut merupakan pasien dalam pengawasan (PDP), seorang perempuan warga Kecamatan Metro Timur yang diisolasi di RSUD Jenderal Ahmad Yani.

“Satu PDP dinyatakan positif Covid-19. Hasil tes swab sudah keluar dan dinyatakan positif Covid-19,” kata Nasir dalam keterangan persnya, Rabu (06/05/2020).

Menurut Nasir, pasien adalah seorang bidan dan Pemkot Metro akan meliburkan sementara seluruh pegawai Puskesmas Metro Timur, yang merupakan tempat pasien bertugas.

“Dikarenakan pasien positif Covid-19 bekerja sebagai pegawai di puskesmas, nantinya semua pegawai puskesmas akan diliburkan sementara, dikarenakan puskemas langsung bersentuhan ke masyarakat,” ujarnya

Pasien tersebut, lanjut Nasir, tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah yang terdampak Covid-19, juga tidak pernah kontak langsung dengan pasien Covid-19.

“Hanya suami pasien tersebut bekerja di Kabupaten Tulangbawang, dimana di wilayah tersebut ada pasien positif Covid-19. Kuat dugaan sang suami menjadi carrier (penghubung) virus mematikan itu”.

Kondisi pasien tersebut, jelas dia, dari pertama diisolasi di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro sudah semakin membaik.

“Kalau kondisinya dari pertama masuk sudah semakin baik. Tapi ya hasil swab-nya positif Covid-19,” jelas dia.

Pihaknya, tambah Nasir, akan melakukan tracing kepada orang yang pernah kontak langsung dengan pasien. Kemudian, juga akan dilakukan rapid test kepada 107 orang.

“Totalnya ada 107 orang yang akan kita lakukan rapid test termasuk keluarga, tempat dia bekerja,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Tulangbawang, karena suami pasien tersebut bekerja di kabupaten tersebut.

“Sudah kita hubungi, supaya tempat kerja suami pasien ini dilakukan rapid test juga,” tukasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed