Sun. Sep 27th, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Disebut Terima Fee Proyek, Riduan : Ini Pencemaran Nama Baik!

2 min read

Didampingi PWI, Riduan dan Managemen Radar Kotabumi Lapor Polisi

JARRAKPOSLAMPUNG – Kesaksian Kepala Seksi (Kasi) Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Lampung Utara (Lampura), Fria Afris Pratama dalam persidangan di pengadilan, Senin (16/3/2020), yang menyebut Pemimpin Redaksi Radar Kotabumi, Riduan ikut menikmati aliran fee proyek Rp680 juta berbuntut panjang.

Riduan pun melaporkan Fria ke Mapolda Lampung atas tuduhan pencemaran nama baik, dengan Laporan Nomor: LP/B-485/III/2020/LPG/SPKT tanggal 17 Maret 2020.

“Keterangan itu tidak benar. Itu fitnah! Uang Rp680 juta itu banyak sekali, dan saya tidak pernah menerima uang itu,” kata Riduan.

Menurut Riduan, keterangan Fria disebutkan dalam sidang lanjutan kasus korupsi bupati nonaktif Lampura Agung Ilmu Mangkunegara yang terbuka untuk umum, dan tersiar di media cetak, online, hingga televisi, dan streaming Youtube.

“Ya, tidak ada wartawan di Kotabumi bernama Riduan selain saya. Saya yakin itu ditujukan kepada saya. Karenanya saya merasa di fitnah. Untuk itu saya laporkan ke Mapolda,” tuturnya.

Riduan datang ke Polda Lampung didampingi General Manager Radar Kotabumi Taufik Wijaya dan Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung, Juniardi.

“Keterangan itu tidak saja membuat saya malu, tapi juga keluarga saya. Apalagi kesaksiannya membawa-bawa nama institusi,” kata Riduan.

Ditempat yang sama, General Manager Radar Kotabumi, Taufik Wijaya menyatakan laporan tersebut juga dilakukan untuk membersihkan nama baik Riduan dan Radar Kotabumi selaku salah satu anak grup Radar Lampung. 

“Ini bentuk keseriusan kami menindaklanjuti kesaksian saudara Fria yang kami yakini tidak benar. Kesaksian itu sangat merusak nama baik Radar Lampung pada umumnya dan Radar Kotabumi khususnya,” kata Taufik.

Menurutnya, awalnya Fria hendak dilaporkan dengan tuduhan memberi keterangan palsu. Tapi dari hasil konsultasi, pasal 242 itu tidak bisa diterapkan karena harus menunggu putusan sidang. 

“Karena itu kami akhirnya melaporkan saudara Fria dengan pasal 310 yaitu pencemaran nama baik. Nanti kalau putusan pengadilan kami akan laporan lagi,” tuturnya.

Sebagai bentuk keseriusan manajemen dalam kasus ini, lanjut Taufik, Riduan juga dinonaktifkan sampai ada kejelasan. 

Taufik berharap langkah yang diambil ini dapat memberi pemahaman sekaligus pelajaran bagi pihak-pihak lain.

“Mudah-mudahan langkah yang kami ambil ini juga bisa membuka mata publik bahwa kami tetap menjunjung tinggi integritas,” tandasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed