December 2, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Disidang DKPP, Esti Ngaku Bingung

2 min read

Pelapor Sodorkan Bukti Kwitansi dan Rekaman Video



JARRAKPOSLAMPUNG – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI menggelar sidang terkait pelanggaran kode etik yang melibatkan komisioner KPU Lampung, Esti Nur Fatonah di Kantor Bawaslu Lampung, Kamis (19/12/2019).

Sidang dipimpin Ketua Majelis Alfitra Salam, anggota Majelis, Ida Budhiati dan didampingi Tim Pemeriksa Daerah Nila Nargis, yang mewakili unsur masyarakat, serta Muhammad Teguh, yang merupakan Komisioner Bawaslu Lampung.


Usai menjalani persidangan, Gentur Semedi, yang dihadirkan sebagai saksi menyayangkan sikap Esti Nur Fathonah yang membantah semua tuduhan. Padahal, kata Guntur, bukti-bukti terkait suap terhadap Esti sudah di tunjukkan di hadapan majelis sidang.

“Saya heran, semudah itu Esti berkelit, terkait bukti kwitansi yang kami bawa dan adanya pertemuan yang dilakukan antara dirinya dengan Esti Nur Fathonah dan Lilis Pujiati, di sebuah kamar hotel di Bandarlampung,” kata Guntur.

Sementara, Esti Nur Fathonah nampak cukup kooperarif dalam mengikuti persidangan. Esti yang sempat di laporkan terlibat suap itu, mengaku bingung atas perkara yang dituduhkan. Lantaran dalam persidangan yang disebut hanya nama Gentur Semedi, Budiono dan Lilis Pujiati.

“Saya bingung. Dalam persidangan yang disebut hanya nama Gentur Semedi, Budiono dan Lilis Pujiati. Saya merasa hanya diseret-seret dalam persoalan tidak saya ketahui,” kilahnya.

Diketahui, Esti Nur Fathonah dilaporkan ke DKPP lantaran diduga terlibat dalam kasus jual-beli jabatan dalam proses rekrutmen komisioner KPU kabupaten/kota di Lampung.

Laporan disampaikan Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan setelah menerima kuasa dari Budiono, yang juga merupakan mantan tim seleksi anggota KPU Provinsi Lampung.

Dugaan jual beli jabatan diungkap Gentur Semedi kepada Budiono, yang menyebut istrinya Viza Yelisanti Putri diminta uang pelicin agar lolos dalam seleksi calon komisioner KPU Kabupaten Tulangbawang.

Permintaan uang itu disampaikan Lilis Pujiati kepada Viza Yelisanti Putri. Gentur Semedi akhirnya menemui Esti Nur Fathonah dan Lilis Pujiati, sembari menyerahkan yang sebesar 100 juta rupiah kepada Lilis Pujiati.

Menariknya, Esti juga bercerita kepada Gentur, jika ia melakukan hal yang sama dengan menyerahkan uang sebesar 250 juta rupiah saat seleksi calon komisioner KPU Provinsi Lampung.

Beberapa waktu lalu, KPU RI sempat melakukan pendalam terhadap kasus tersebut. Dalam kesempatan itu Esti pun berkelit dan mengelak semua tudahan. (red)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed