Tue. Sep 15th, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Gagal Mudik Idul Fitri, Pemudik ‘Mbludak’ di Idul Adha

2 min read

JARRAKPOSLAMPUNG – Libur Idul Adha 2020 dimanfaatkan masyarakat untuk mudik ke kampung halaman, sebagai pengganti batal mudik Idul Fitri lantaran pamdemi Covid-19.

PT ASDP Cabang Bakauheni mencatat pada arus balik dari mudik liburIdul Adha 1441 Hijriah tahun 2020 baik penumpang pejalan kaki sampai pengendara mengalami peningkatkan dibandingkan tahun 2019 lalu.

“Jumlah penumpang pejalan kaki dan pengendara roda dua dan empat atau lebih mengalami peningkatan yang sangat drastis dibandingkan tahun 2019 lalu. Ini disebabkan karena pada arus mudik lebaran Idul Fitri 2020 lalu banyak pemudik yang tidak pulang kampung akibat wabah Covid-19 tersebut, ini juga menjadi pengaruh membludaknya jumlah penumpang kapal roro, ”kata Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap, dikutip dari kantor berita antara, senin (03/08/2020).

Dari data yang dihimpun bahwa jumlah kapal roro pada tahun 2019 yang melayani penyeberangan yaitu33 dengan 51 trip serta mengangkut penumpang pejalan kaki 3.325 orang, 9.731 penumpang di dalam kendaraan sehingga totalpenumpang kapal roro yaitu 13.056 orang.

Suasana pemotongan hewan qurban. Jumlah masyarakat memotong hewan qurban pun meningkat, sebagai efek dari peningkatan jumlah pemudik. (foto Ilustrasi)

Sedangkan pada tahun 2020, jumlah kapal lebih sedikit yaitu 29, tetapi jumlah tripnya sama dengan tahun 2019 yaitu 51 trip, dengan jumlah penumpang pejalan kaki mencapai 4.480 orang, penumpang di dalam kendaraan 30.398 orang dan total seluruhnya jumlah penumpang yaitu 34.878 orang. Ini mengalami kenaikan mencapai 267,14 persen dari tahun 2019 lalu.

Pada tahun 2019 lalu jumlah pemudik yang menggunakan roda dua yaitu 818 kendaraan dan pada tahun 2020 mencapai 5.667 kendaraan.

Untuk kendaraan roda empat pada tahun 2019 lalu mencapai 1.139 unit, dan pada tahun 2020 mencapai 3.477 unit. Sedang untuk kendaraan roda empat atau lebih pada tahun 2019 yaitu 970 kendaraan dan pada tahun 2020 mengalami penurunan yaitu 818 kendaraan.

Total pada tahun 2019 jumlah kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauhenu mencapai 3.000 kendaraan, sedangkan untuk tahun 2020 jumlah kendaraan yang berhasil diberangkatkan yaitu 10.000 kendaraan. Dari jumlah ini mengalami peningkatan yang signifikan mencapai 333.47 persen.

“Data yang masuk ini dari pukul 08.00 sampai pukul 20.00 wib. Dan kemungkinan akan bertambah jumlah penumpang pejalan kaki dan pengendara yang akan melakukan penyeberangan ke Pelabuhan Merak,” katanya. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

//graizoah.com/afu.php?zoneid=3567752