December 5, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Gawat Ada Kemungkinan Pasien Tertular Covid-19 di RS

2 min read

Terkait Pasien Nomor 50
Tim Surveillance Sedang Mentracing

JARRAKPOSLAMPUNG – Tim Surveillance Dinas Kesehatan Provinsi Lampung saat ini Sedang melakukan tracing terhadap kemungkinan-kemungkinan penularan Covid-19 pada Pasien Covid-19 Nomor 50 di Lampung.

Pasalnya, kuat dugaan jika pasien tertular dari Rumah Sakit Swasta dimana pasien dirawat sebelumnya, mengingat pasien tidak pernah bepergian ke kuar daerah sebelumnya.

TONTON VIDEO PENJELASAN LENGKAPNYA DI SINI

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung, dr Reihana mengatakan, sebelum dinyatakan positif Covid-19, pasien memang mengalami cedra pada tulang belakang lantaran terjatuh. Namun, kata dia, pasien pernah di urut sebanyak dua kali pada tukang urut yang berbeda.

“Pasien juga pernah dirawat selama 12 hari di RS Swasta di Lampung Selatan. Dimana di RS tersebut pernah merawat pasien Covid-19 dan meninggal dunia,” kata Reihana dalam keterangan persnya, Sabtu (02/05/2020).

Karenanya, lanjut Reihana, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan dari mana pasien nomor 50 tersebut tertular Covid-19.

“Teman-teman media mohon bersabar, Tim Surveillance kami sedang bekerja. Nanti akan kami infokan semua,” pungkasnya.

Diketahui, pasien positif terinfeksi covid-19 di Lampung nomor 50 adalah pasien dalam pengawasan (PDP) asal Lampung Selatan. Pasien tersebut, menurut keternangan dr Reihana, Januari 2020 pasien jatuh terduduk saat berkebun, lalu diurut dua tukang urut dan tidak pulih kondisinya. Pada Februari 2020, ia terjatuh lagi, hingga tidak bisa buang air besar dan kecil ke kamar mandi.

“Pada Maret 2020, ia berobat ke rumah sakit (RS) swasta di Lampung Selatan dan dirawat selama sepekan. Hasil diagnosanya, pasien mengalami retak tulang pinggul dan terjadi pengeroposan tulang (osteoporosis),” tuturnya.

22 April 2020, jelas Reihana, pasien dibawa dan dirawat di RS swasata di Kota Bandarlampung, dengan keluhan tiga bulan hanya di tempat tidur.

Dari hasil rontgen, pasien mengalami pnemounia di sebelah kanan. 24 April 2020, dilakukan rapid test hasilnya negatif, lalu dilakukan pemeriksaan swab nasofaring dan orafarineal. Sampelnya dikirim ke Balai Besar Laboratorium Palembang melalu Dinkes Provinsi Lampung.

“Pada 29 April 2020, telah menerima hasil swab hasilnya positif. Sampai saat ini kondisi pasien masih dirawat ruang isolasi di rumah sakit swasta di Bandarlampung. Ke depan akan dicek ulang lagi sehingga hasil dua kali konfirmasi,” pungkasnya. (***)

loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed