November 27, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

GP Ansor Rekomendasikan RS Khusus Covid-19

2 min read

Kritisi Prosedur Pemeriksaan Pasien Suspect Covid-19 di RSUD Abdoel Moeloek

JARRAKPOSLAMPUNG – Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Lampung meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menunjuk satu Rumah Sakit (RS) khusus penanganan Covid-19.

Hal tersebut menyusul adanya keluhan masyarakat terkait pungutan biaya terhadap masyarakat yang ingin memastikan kesehatannya di RSUD Abdoel Moeloek beberapa waktu lalu.

“Ini bencana nasional. Pemerintah sudah anggarkan biaya yang tidak sedikit untuk penanganannya. Kok masih ada yang dipungut biaya pemeriksaan. Karenanya, kami usulkan agar Pemprov menunjuk RS khusus penanganan covid-19,” kata Ketua PW GP Ansor Lampung, Hidir Ibrahim dalam Rapat Koordinasi Pengurus Secara Online, Kamis (26/03/2020) malam.

Selain menghindari miskomunikasi antara masyarakat dengan pihak RS, lanjut Hidir, adanya RS khusus bagi pasien Covid-19 juga guna mengantipasi adanya kecemasan bagi masyarakat yang sedang dirawat atau ingin berobat karena penyakit lainnya.

“RSUD Abdoel Moeloek menurut kami tidak tepat. Apalagi kemarin sempat ada pasien yang ingin periksa apakah terinfeksi covid-19 atau tidak malah di minta bayar. RSUD Abdoel Moeloek sebaiknya fokus pada pelayanan kesehatan masyarakat secara umum,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, RSUD Abdoel Moeloek berada di lingkungan yang padat penduduk dan banyak menangani pasien lain diluar Covid-19. Tentu hal tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi pasien lainnya.

“Kami mengusulkan RS yang jauh dari keramaian tatapi tetap di dalam kota. Kan ada RS yang baru itu di Kota Baru milik Pemprov selain cukup besar, disana jauh dari keramaian dan parkirnya luas. Kenapa tidak di jadikan RS Khusus bagi penanganan Covid-19,” ujarnya.

Senada, Ketua PC GP Ansor Kota Bandarlampung, Agung Zawil Afkar menyayangkan adanya pasien yang tidak dilayani dengan baik, dan diminta membayar saat akan memeriksakan anaknya yang baru pulang dari luar kota.

“Ya, kami sangat menyayangkan adanya masyarakat bernama Andri Meri Rusdianto warga Bandarlampung yang mendapat pelayanan buruk dari pihak RSUD Abdoel Moeloek,” kata Agung.

Hal tersebut, kata Agung, menandakan RSUD Abdoel Moeloek tidak siap untuk menangani masyarakat yang ingin cek kesehatannya terkait covid-19.

“Mestinya memang Dinas Kesehatan menunjuk RS Khusus penanganan Covid-19. Jadi seluruh unsur di RS tersebut memahami prosedur penanganan pasien Covid-19 dengan baik. Mulai dari administrasi sampai pada perawatan diruang isolasi. Dan harus tidak dicampur dengan pasien umum,” jelas Agung.

Lebih lanjut Agung mengungkapkan, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung terkesan serampangan dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Sebab, kata Agung, setelah ditetapkan sebagai bencana nasional, semestinya Dinkes bergerak cepat terkait persiapan pelayanan dan fasilitas.

“Kami mengkritik keras Dinkes Lampung yang menurut kami masih belum siap. Bukan saja pelayanan tetapi juga fasilitas, Alat Perlindungan Diri (APD) yang sampai hari ini masih terbatas, belum lagi sosialisasi yang minim,” pungkasnya. (***)

*) Ralat : RS yang dimaksud adalah RS di Kota Baru yang dibangun Pemprov. Awalnya tertulis RS yang berada di Wayhuwi, RS Airan

loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed