Sun. Sep 27th, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Harga Gabah Turun, Perpadi Minta Pemkab Carikan Solusi

2 min read

LAMSEL.JARRAKPOSLAMPUNG – Fluktuasi harga gabah di Provinsi Lampung meresahkan petani, khususnya di Lampung Selatan (Lamsel). Karenanya, Persatuan Pengusaha, Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Lamsel meminta agar pemerintah setempat mencarikan solusi guna menciptakan stabilitas harga gabah.

Ketua Perpadi Lamsel, Ahmad Ngadlan Jawawi mengatakan, fluktuasi harga gabah sangat ditentukan oleh cuaca. Sebab, kata dia, memasuki musim panen, justru penghujan. Hal itu membuat, kualitas gabah menurun.

“Di Lamsel sendiri pabrik yang memiliki open masih terbatas, yang mampu menampung dalam jumlah besar. Karenannya, banyak gabah yang tidak tertampung sehingga menurunkan kualitas,” kata Jawawi, Rabu (05/02/2020).

Sementara Pemerintah, lanjut Jawawi, hanya memiliki satu unit gudang penyimpanan dengan fasilitas pengering padi kapasitas besar. Mestinya, Pemda menambah jumlah pabrik agar bisa menjaga stabilitas.

“Gudang milik Pemda melalui Dinas Ketahanan Pangan hanya ada satu. Ini harus ditambah. Selain itu juga harus ada regulasi yang pro petani, bukan sebaliknya,” kata dia.

Kuartal 2019, lanjut Jawawi, pemerintah sudah memberi bantuan kepada 27 kelompok penggikingan padi. Tetapi, hal tersebut belum mampu memberikan solusi untuk stabilitas harga.

“Kami melihat ini belum memberi solusi. Artinya harus ada trobosan lain,” tukasnya.

Dikatahui, harga gabah di tingkat petani Lampung pada Januari 2020 turun menyusul masih berlangsungnya panen padi di beberapa wilayah di Lampung.

“Harga gabah di tingkat penggilingan juga mengalami penurunan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung,Faizal Anwardi Bandarlampung, Selasa.

Ia menyebutkan, harga gabah di tingkat petani turun bulan Januari 2020, rata-rata harga kelompok kualitas gabah kering panen sebesar 2,54 persen menjadi Rp5.247,14 per kg.

Dengan kelompok kualitas yang sama, lanjutnya, harga gabah di tingkat penggilingan turun sebesar 2,08 persen dari Rp5.472,65 per kilogram. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed