April 17, 2021

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

HASIL PENYELIDIKAN KOMNAS HAM NGAMBANG

4 min read

Balapatti.com – kalo melihat di bbbrp tv nasional (sayang liputannya tidak lengkap)

laporan akhir Komnas HAM tentang terbunuhnya 6 anggota laskar FPI berhasil menjawab beberapa masalah tapi tidak menjelaskan masalah yang lainnya.

loading...

KESIMPULAN HASIL PENYELIDIKAN KOMNAS HAM
_Mmg ada sprint dari polda u mengawasi HRS tertanggal 05 Des 2020 krn kasus pelanggaran protokol kesehatan.

_Ada lembaga2x lain diluar polri yang juga ikut mengawasi HRS (KOMNAS HAM TIDAK MENJELASKAN LEMBAGA2X APA SAJA SELAIN POLRI).

_Tgl. 06 des sd 07 des 2020 dini hari memang ada 3 mobil yang digunakan petugas polri untuk membuntuti rombangan HRS dari sentul, juga ada mobil lembaga lainnya. (MENURUT KETERANGAN FPI ADA 4 SAMPAI 6 MOBIL YANG MEMBUNTUTI ROMBONGAN HRS).

_Adanya aparat nersenjata lengkap yang disebar sepanjang tol cikampek (termasuk overpass) adalah u pengawalan vaksin sinovac yang hendak dikirim ke Biofarma.

_2 mobil pengawal HRS yg paling belakang berhasil memisahkan rombongan HRS dengan mobil2x penguntit saat di gerbang exit tol karawang.

_Selepas jalan tol mulai dari depan swiss bell hotel karawang sudah masuk kembali GT. Karawang barat ditandai dengan saling serempet dan SALING TEMBAK.

_Komnas HAM menemukan selongsong peluru yang MENURUT POLISI ada yang berasal dari senpi petugas (organik polri) dan selongsong yang MENURUT PENGLIHATAN AWAL (kata salah seorang petugas PUSLABFOR POLRI dari pengalaman pribadinya) BERASAL DARI REVOLVER RAKITAN MILIK LASKAR FPI, HASIL PUSLABFOR BELUM KELUAR.

_2 orang laskar FPI tewas tertembak dalam baku tembak, sementara 4 orang yang lain ditangkap hidup2x di rest area KM.50.

_4 KORBAN YANG AWALNYA DITANGKAP HIDUP KOMNAS HAM HANYA MENERIMA PENJELASAN SEPIHAK DARI APARAT POLISI. APARAT SAH NEGARA. MAKA REKOMENDASI KOMNAS HAM ADALAH TERJADI UNLAWFULL KILLING TERHADAP 4 ORANG YANG DITANGKAP HIDUP-HIDUP DAN REKOMENDASI KOMNAS HAM DILAKUKAN PENYELIDIKAN PIDANA (TIDAK CUKUP HANYA PENYELIDIKAN INTERNAL) DAN DIBAWA KE PENGADILAN TERADAP APARAT POLISI DI KE 3 MOBIL DIATAS.

_Adanya penyitaan CCTV salah satu warung di Rest Area KM.50 oleh polisi dan komnas HAM belum melihat video cctv tersebut (aparat menyatakan oenyitaan cctv tersebut dilakulan secara sah dan legal). Serta ada perintah penghapusan rekaman video dari HP para saksi di Rest Area KM.50. Juga polisi menjelaskan kepada warga yang melihat kalo itu operasi atas bandar narkoba dan/atau operasi terhadap teroris. Juga ditemukan upaya menghapus jejak/ceceran darah oleh aparat polri sebelum diadakan olah TKP dengan cara disiram air.

_Komnas HAM juga meminta kesaksian ahli soal jenazah ke 6 korban tewas (sayangnya tidak ada penjelasan lebih lanjut, dan tv berganti menayangkan soal laporan HALALNYA VAKSIN SINOVAC oleh Komisi Fatwa MUI).

_Komnas HAM sudah memanggil dan meminta penjelasan Jasa marga soal gagalnya transmisi rekaman cctv km. 42 -79 ke server jasa marga, dan menyatakan sudah melihat langsung titik terputusnya kabel fiber optik. TIDAK ADA PENJELASAN MENDETAIL APAKAH ITU PUTUS/LEPAS SAMBUNGAN KONEKTOR APA MUNGKIN KARENA FAKTOR KESENGAJAAN, SUSAH ATAU GAMPANGKAH MELEPAS DAN MEMASANG KEMBALI KONEKTOR SAMBUNGAN…? INI TIDAK DIPERDALAM DARI YANG TAYANGAN YANG KAMI LIHAT DI TV AAT JUMPA PERS.

KOMNAS HAM KAMI NILAI GAGAL MENJELASKAN/MEMPERTANYAKAN AL. HAL2X SEBAGAI BERIKUT;

APAKAH PELANGGARAN PROTOKOL KESEHATAN WAJAR DILAKUKAN PENGINTAIAN SPT DIATAS.

SELAIN POLISI LEMBAGA APA SAJA YG TERLIBAT PENGINTAIAN DAN PENGAWASAN HRS.

MENJELASKAN PANJANG LEBAR KRONOLOGIS ANTARA 3 MOBIL YG DITUMPANGI APARAT POLISI TAK BERSERAGAM DENGAN 2 MOBIL PENGAWAL HRS.
TAPI SAMA SEKALI TIDAK MENJELASKAN MOBIL-MIBIL PENGINTAI MILIK LEMBAGA LAIN

LANGSUNG MENGAMBIL KESIMPULAN TERJADI TEMBAK MENEMBAK ANTARA POLISI DENGAN LASKAR FPI HANYA DARIBKETERANGAN APARAT POLISI DAN ADANYA 2 JENIS SELONGSONG DARI PISTOL (SENPI ORGANIK POLRI) DENGAN
SELONGSONG DARI REVOLVER YANG LAGI-LAGI HANYA MENURUT PENJELASAN PETUGAS PUSLABFOR (PADAHAL HASIL PUSLABFOR SENDIRI BELUM KELUAR)

TIDAK ADA PERTANYAAN ATAU PENJELASAN APAKAH SELAIN PETUGAS POLISI YG MENGUNTIT, APAKAH PETUGAS DARI LEMBAGA NON POLRI JUGA IKUT MENEMBAK/TIDAK.
APAKAH MUNGKIN SELONGSONG REVOLVER BERASAL DARI LEMBAGA NON POLRI JUGA TIDAK DIJELASKAN

KAMI MENILAI KESIMPULAN YANG DIAMBIL KOMNAS HAM BAHWA YANG 2 ORANG LASKAR YANG TERBUNUH DI MOBIL SEBAGAI AKIBAT TEMBAK MENABAK SHG DIANGGAP LAW FULL KILING ADALAH KESIMPULAN TERGESA- GESA DAN SEMBRONO,
KARENA BELUM DIPASTIKAN DARI SUMBER SELAIN PETUGAS POLISI YANG TERLIBAT KEJADIAN (sebuah kesaksian yang subjektif dan patut diduga kuat ada KONFLIK INTEREST).

KOMNAS HAM SPTNYA HANYA BERHENTI PADA REKOMENDASI PENYELIDIKAN DAN PENGADILAN PIDANA PETUGAS POLISI DI LAPANGAN DI KE 3 MOBIL.
TAPI TIDAK MEMPERTANYAKAN PEJABAT POLISI YANG MEMBERIKAN SPRINT PENGAWASAN DAN PENGINTAIAN SESEORANG DENGAN KASUS PELANGGARAN RINGAN PROTOKOL KESEHATAN, YANG MERUPAKAN TITIK AWAL DARI RANGKAIAN KEJADIAN 5 SD 7 DES 2020 YANG MENGAKIBATKAN HILANGNYA NYAWA 6 PEMUDA WNI.

TIDAK MEMPERTANYAKAN PENJELASAN KONFERENSI PERS KAPOLDA METRO JAYA ATAU JAJARANNYA YG BERUBAH-UBAH, DAN TIDAK MEMPERDALAM APAKAH ADA KETERLIBATAN LANGSUNG KAPOLDA DALAM TERBITNYA SPRINT

TIDAK MEMPERDALAM KETERLIBATAN LEMBAGA LAIN DI LUAR POLRI DAN PEJABATNYA YG TERKAIT.

TIDAK MEMPERDALAM APA HASIL KETERANGAN OTOPSI KE 6 JENAZAH KORBAN TAPI LANGSUNG MENYERAHKANNYA KEPADA PROSES PERADILAN PIDANA PETUGAS DILAPANGAN

TIDAK MEMPERDALAM DENGAN FORENSIK ELEKTRONIK SOAL KEBENARAN PENJELASAN JASA MARGA SOAL RUSAKNYA JARINGAN FIBER OPTIK KAMERA CCTV DI KM. 42 SD KM. 79.
HANYA MENERIMA MENTAH-MENTAH SETELAH MELIHAT TITIK PUTUSNYA KONEKSI FIBER OPTIK.

SHG TIDAK BISA MENGELEMINASI DIMUNGKINKANNYA PUTUS KONEKSI TSB KRN FAKTOR KESENGAJAAN.

JUGA TIDAK MEMPERDALAM KEBERADAAN PETUGAS DI REST AREA KM.50 DAN KENAPA SERTA SIAPA YANG MEMERINTAHKAN PENGHAPUSAN JEJAK CECERAN DARAH SEBELUM DILAKUKAN OLAH TKP.
YANG MENURUT PENILAIAN KAMI ADALAH SEBUAH PELANGGARAN SOP YANG SANGAT MENCOLOK.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed