Sat. Sep 26th, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Karut Marut BPNT, KNPI Ikut Mengawasi

2 min read

Minta Aparat Hukum Ambil Tindakan

JARRAKPOSLAMPUNG – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bandarlampung menyesalkan adanya temuan terkait Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Bandarlampung yang berkualitas buruk.

Karenanya, organisasi kepemudaan tersebut berkomitmen untuk melakukan pengawasan dalam penyaluran BPNT di Lampung, bil khusus Kota Bandarlampung. Selain itu, KNPI juga meminta aparat penegak hukum dapat mengambil tindakan terhadap dugaan penyelewengan program nasional tersebut.

“Saya mengerahkan seluruh pengurus KNPI hingga tingkat ranting untuk mengawal dan mengawasi penyaluran BPNT di Bandarlampung. Supaya program mulia ini tepat sasaran dan sesuai ketentuan,” kata Ketua KNPI Bandarlampung, Iqbal Ardiansyah dalam press silisnya, Jumat (06/03/2020).

Menurut Iqbal, pihaknya sangat menyesalkan dan mengecam tindakan penyalur BPNT yang diduga membagikan ayam busuk dan telur tak layak pakan ke penerima BPNT.

Padahal, lanjut Iqbal, sejatinya pemerintah menggulirkan berbagai program untuk membuat masyarakatnya keluar dari garis kemiskinan.

“Tahun lalu penyaluran BPNT sempat dikecam masyarakat. Tahun ini lagi-lagi menuai persoalan. Sementara, tujuan Pemerintah memberikan BPNT untuk membantu rakyat yang kurang mampu,” tuturnya.

Penyelewengan yang terjadi, tegas Iqbal, harus dibawa ke ranah hukum. Sebab, kata dia, jika tidak maka kemungkinan hal serupa akan kembali terjadi, lantaran terkesan ada pembiaran oleh pemerintah dan penegak hukum.

“Kita semua tentu berharap penyaluran BPNT yang berpegang pada 6T (tepat sasaran, tepat waktu, tepat harga, tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepar administrasi) dapat terlaksana dengan baik dan optimal. Sesuai dengan tujuannya, yakni guna menekan angka kemiskinan negara kita,” pungkasnya.

Untuk diketahui, BPNT adalah bantuan sosial pangan yang disalurkan secara non tunai dari pemerintah kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan yang telah bekerja sama dengan Bank Penyalur.

Besaran Bantuan Pangan Non Tunai adalah Rp.110.000,-/KPM/ bulan. Bantuan tersebut tidak dapat diambil tunai, dan hanya dapat ditukarkan dengan beras dan/atau telur di e-warong. Apabila bantuan tidak dibelanjakan di bulan tersebut, maka nilai bantuan tetap tersimpan dan terakumulasi dalam Akun Elektronik Bantuan Pangan. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *