October 25, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Kisah Pilu, Warung Tuna Netra di Kalapanunggal Pasca Digondol Maling

2 min read

Sukabumi, balapatti.com | Sungguh malang nasib yang dialami seorang tuna netra bernama Hamid (49) warga Kampung Cikaracak Rt 42/08, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.

Pasalnya, pasca warungnya dibobol maling sejak empat bulan lalu, kini mata pencahariannya hilang dan drastis tak menentu. Kini, Ia terpaksa beralih profesi menjadi buruh penjualan batu split.

loading...

Tak mudah memang, demi bisa mendapatkan sesuap nasi, Hamid terpaksa rela membanting setir dengan kuli tersebut. Dengan mengandalkan hasil dari memecah batu itu lah, kini ada secerca harapan meski tidak menentu.

Mirisnya lagi, ayah dari dua anak itu kini tengah menunggu kelahiran anak ketiganya yang kembali dihantui rasa kekhwatiran lantaran terbentur modal persalinan nanti. Padahal, istri tercinta Solihat (38) dipresiksiakan akan melahirkan dalam jangka waktu dekat ini.

“Iya sudah 4 bulan lebih warung tidak buka, karena di bobol maling, semua barang seperti kopi, kompor gas, barang dagangan dan roko habis semua,” kata Hamid saat di konfirmasi awak media, Rabu (14/10/2020).

Kini, dirinya serta keluarga sudah nampak pasrah dengan nasib yang akan dialaminya dikemudian hari. Karena, meski bermimpi untuk mempunyai modal kembali sangatlah sulit.

“Pengennya buka warung lagi. Tapi apalah boleh buat, jangankan untuk modal, makan sehari-hari pun sangat sulit,” lirih Hamid.

Tak bisa dipungkiri, Hamid dan Solihat serta kedua anaknya kini hanya bisa bertaruh harapan melalui doa yang terus dipanjatkan.

“Pasrah, hanya doa dan keyakinan untuk bisa kembali menata warung dari nol dan bisa menjalankan hidup normal seperti kemarin,” ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Di tempat yang sama, teman seperjuangannya Maman Rusmandi, Endar, Dan Sanan, membenarkan nasib pilu yang dialami Hamid. Ketiga temannya tersebut mengatakan bahwa warung tersebut ada yang membongkar sudah 4 kali lebih.

“Ini bukan kali pertama dialami Hamid. Dulu, setiap hari warungnya suka buka terus dan suka ngopi di tempatnya. Namun, setelah ada yang maling dengan membobol warungnya akhirnya berhenti,” tutupnya sambil mengelus-elus pundak Hamid.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed