November 26, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Lagi, 1 ODP Positiv HIV dan 1 PDP di Lampung Meninggal

2 min read

Kasus Kematian Positif HIV ke 2 di Pesawaran

JARRAKPOSLAMPUNG – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung kembaki merilis satu pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) di wilayah setempat meninggal dunia, Selasa (12/05/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung, dr Reihana menyebutkan, dengan tambahan satu orang meninggal dunia itu, saat ini orang meninggal dunia berstatus PDP menjadi 15 orang dan ODP jadi 3 orang.

“PDP yang meninggal dunia tersebut memiliki usia 56 tahun berjenis kelamin perempuan asal Kota Bandarlampung dan pasien tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota,” kata Reihana dalam keterangan persnya, Selasa.

PDP tersebut, lanjut Reihana, masuk ke rumah sakit pemerintah pada Selasa 5 Mei 2020 dengan kondisi yang sudah lemah. Pasien tersebut sejak sebulan terakhir sering ke luar masuk rumah sakit serta memiliki penyakit penyerta.

“Pasien dilakukan rapid test dan hasilnya negatif, untuk kepastian kami juga mengambil swab-nya dan Minggu 10 Mei 2020 hasil swab dari Palembang ke luar, hasilnya pun negatif. Jadi pasien meninggal dunia bukan karena Covid-19 tapi penyakit bawaannya tapi karena statusnya PDP maka pemulasaraannya dilakukan secara protokol Covid-19,” jelas dia.

Kemudian, lanjutnya, untuk ODP yang meninggal dunia yakni laki-laki usia 27 tahun asal Kabupaten Pesawaran. Dimana pria ini merupakan pekerja swasta di Jakarta dan pada Selasa 17 Maret 2020 pulang ke Lampung.

“ODP pulang dikarenakan sakit. 12 April 2020 pria ini berobat ke Puskesmas setempat dengan lemas dan demam. Kemudian 22 April 2020 kembali ke Puskesmas dengan keluhan lebih banyak yaitu sakit kepala demam lebih dari 37 derajat, ulu hati, mual, dan muntah,” kata dia.

Maka dari itu, lanjutnya, pihak medis di Puskesmas merujuknya ke salah satu rumah sakit umum daerah di Pesawaran dan langsung dilakukan pemeriksaan rapid test yang hasilnya negatif.

“30 April 2020 pasien diambil swab ke satu dan hasilnya negatif, pada 5 Mei 2020 pria tersebut dirujuk ke rumah sakit pemerintah di Kabupaten Pringsewu. 11 Mei 2020 pukul 22.00 WIB pasien meninggal dunia dengan diagnosa Hepatitis dan HIV,” jelasnya.

TONTON VIDEO PENJELASAN LENGKAPNYA DI SINI

Reihana pun menyampaikan bahwa kebanyakan dari pasien yang meninggal dunia dengan status PDP maupun ODP di Lampung negatif dari Covid-19 atau rata-rata mereka meninggal dunia disebabkan oleh penyakit bawaannya.

Berdasarkan data situasi Covid-19 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, tidak ada tambahan pasien positif Covid-19 dimana sejak Minggu 10 Mei 2020 jumlah konfirmasi positif virus corona masih 66 orang.

Dengan rincian, yang masih dirawat sebanyak 39 orang, lima meninggal dunia dan 22 pasien dinyatakan sembuh.

Sedangkan, untuk PDP berjumlah 91 orang, dimana 14 masih dalam perawatan, 62 pasien negatif dan 15 orang meninggal dunia.

Kemudian, ODP di Lampung mencapai angka 3.062 orang dengan 121 masih dalam pemantauan dan 2.938 sudah selesai pemantauan selama 14 hari dan dua orang lainnya meninggal dunia. (***)

loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed