Wed. Sep 16th, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Latih Masyarakat Kelola Limbah Menjadi Ecobrick

2 min read

JARRAKPOSLAMPUNG – Ecobrick, mungkin adalah hal yang tabu bagi masyarakat. Ya, botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali itu menjadi salah satu hilir dari pengelolaan limbah (sampah).

Hadir di tengah masyarakat, mahasiswa Universitas Lampung (Unila) bersama Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) mengadakan pelatihan pengelolaan sampah organik dan anorganik, di kantor Kelurahan Kuripan, Kota Agung, Tanggamus, Kamis (23/07/2020) lalu.

Melalui rilisnya, Kordinator Program WASH YKWS, Refky Tahzani mengatakan, sampah akan selalu menjadi masalah selama masyarakat tidak bijak dalam mengolahnya. Karenannya, menjadi penting bagi pihaknya untuk segera merumuskan langkah kongkrit untuk mengurangi penumpukan sampah di lingkungan masyarakat, misalnya dengan mengolah sampah menjadi bahan bermanfaat.

“Sampah akan selalu menjadi masalah selama kita belum bijak dalam mengelolanya, oleh karena itu melalu pelatihan ini, kita berpartisipasi dan berkomitmen untuk mengurangi sampah yang ada di bumi ini, dimulai dari sampah di sekitar kita,” kata Refki.

Suasana pelatihan pembuatan ecobrick, oleh mahasiswa KKN Unila bersama YKWS.

Di tempat yang sama, perwakilan mahasiswa Unila yang PKL di YKWS, Erma Dwi Puspitasari mengatakan, pihaknya berharap pengurus bank sampah di Kuripan yang sudah dilatih agar dapat mengelola dan memanfaatkan sampah dengan baik. Misalnya dengan melakukan pengolahan sampah menjadi ecobrick.

“Pelatihan pengolahan sampah menjadi ecobrick penting untuk dilaksanakan hari ini. Ecobrick adalah pengolahan sampah plastik menjadi material ramah lingkungan. Ini merupakan upaya untuk mengurangi menumpuknya sampah plastik, selain itu juga dapat memberikan nilai tambah secara ekonomis,” tuturnya.

Kegiatan pelatihan tersebut, diberikan penyuluhan terlebih dahulu kemudian dilakukan praktek secara langsung, dan dihadiri aparatur kelurahan Kuripan, pengurus Bank Sampah Kuripan, Ibu-ibu anggota kelompok Bank Sampah Kelungu, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan Dinas Lingkungan Hidup Tanggamus. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

//graizoah.com/afu.php?zoneid=3567752