Wed. Sep 23rd, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

LSM BALADHIKA ADHYAKSA DUKUNG KEPALA BADAN BP2MI MENATA BIROKRASI INTERNAL

3 min read

Bandung-Balapatti.com


Dalam konferensi pers nya di Bandung Jln. berlian No. 24 pada hari kamis, 20-08-2020, LSM Baladhika  Adhyaksa meminta kepala BP2MI untuk bersih bersih internal, selain itu kami memberikan dukungan penuh kepada Kepala BP2MI bapak Benny Rhamdhani untuk bertindak tegas dalam Program Sikat Habis Mafia Pekerja Migran Indonesia ( PMI).

Hal tersebut disampaikan Yunan Buwana selaku Ketua Umum yg juga di hadiri oleh Dodi Supriyadi Ketua Harian dan Asep riyadi Sekjen LSM BAN dibandung.

Kami memberikan pandangan bahwa untuk sikat habis mafia PMI tentunya harus di tata terlebih dahulu dari sisi internal manajemen terlebih dahulu agar mereka tidak dapat mengakses secara sendiri sendiri  terhadap Kebijakan dari Ka badan BP2MI.

Selain itu untuk membenahi praktik praktik ilegal pemberangkatan PMI keluar negeri sistem yang ada juga harus dibenahi hal ini di karenakan belum berbasis Teknologi Informasi sehingga sangat sulit dikontrol dan syarat akan terjadinya kelalaian dalam hal mengambil kebijakan sehingga dapat dg mudah di manfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab baik oleh oknum internal dan oknum di lapangan yg bisa saja bekerja sama dengan Para Pihak yang bersentuhan langsung dengan para calon PMI di seluruh Indonesia.

Kami mewakili Masyarakat PMI menyarankan agar dalam mengelola PMI yang jumlahnya 9 juta lebih wajib menggunakan Teknologi Informasi yang mumpuni dengan menghadirkan teknologi yang berbasis IT 4.0 tanpa tehnologi bagaimana mungkin mengontrol jutaan PMI diluar negeri dengan berbasis data yang pasip.

Untuk mengelola Data PMI yang begitu besar dan Aktif yang mana setiap tahun bertambah jumlah PMI maka di perlukan suatu Infastruktur IT yang mumpuni agar Data para PMI tidak di kuasai oleh negara lain, maka harus di ciptakan Satu Data PMI yang wajib di kelola secara Mandiri oleh BP2MI.

PMI adalah Pahlawan Devisa Negara ke dua terbesar  setelah Sumber Daya Mineral yang sampai saat ini jasanya hilang serta sirna di telan dengan berita berita dari luar negeri tentang penganiayaan, tidak di gaji, illegal PMI dan banyak lagi masalah yang di hadapi PMI kita.

Namun apa semua itu dapat diselesaikan dengan cara manual yaitu yg hanya  berbasis jika ada laporan dari PMI ? Di mana PMI yang sudah lama mrmbuat lspiran, namun tidak ada pertolongan dari pihak pemerintah dan atau setelah PMI itu jenuh dan putus asa, setiap laporan tidak cepat di respon oleh pihak pemerintah sehingga PMI mengambil langkah dengan menyebarkan apa yang mereka  alami dengan menggunakan Sosial Media berbadis Applikasi?

Setelah menyebar luas informasi itu baru dari pihak pemerintah segera menolong para PMI yang mempunyai masalah untuk dibantu, ini yang kami tidak inginkan.

Sementara yang kami inginkan dan berharap melalui BP2MI yang di Pimpin  Ka badan baru yaitu Bapak Benny Ramdhani agar segera di bangun sebuah Teknologi yang dapat secara real time bisa komunikasi langsung dua arah dengan para Calon PMI di Indonesia maupun dengan PMI yang bekerja di Luar Negri  agar Pahlawan Devisa Negara ini bisa secara langsung mendapatkan manfaat dari Teknologi yang akan di bangun oleh BP2MI, agar keselamatan mereka dalam bekerja harus pula mendapatkan perlindungan dari negara dan  pak presiden sangat concern atas hal tsb, “ujar Yunan”

Kami berharap bapak Benny Rhamdhani selaku kepala BP2MI dapat bersikap tegas untuk bersih bersih lingkungan internal, karena masalah di hilir harus dibenahi dulu, dari hulu nya tanpa itu nonsen masalah bisa selesai, lalu diselesaikannya dengan apa? Tentunya dengan Sistem IT dan tehnologi yang berbasis data aktif untuk kepentingan para PMI maupun keluarga PMI dapat berkomunikasi dengan menggunakan teknologi informasi yang handal dan bersekala internasional, sehingga masyarakat  luas dan bapak presiden dapat mengontrol PMI secara real time serta mereka PMI dapat mengadu langsung kepada BP2MI bila ada permasalahan dilapangan,” tandasnya”

Sumber : Redaksi

Editor : kurnia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *