Thu. Sep 24th, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Mahasiswa UIN Tagih Realisasi Subsidi UKT dan Kuota Internet

2 min read

JARRAKPOSLAMPUNG – Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung mempertanyakan realisasi dari surat edaran Kemendikbud dan Kemenag terkait free akses atau subsidi kuota bagi mahasiswa dan subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Kami terus berkoordinasi dengan Sema dan Dema UIN untuk mengawal realisasi SE dua kementrian tersebut,” kata salah seorang aktivis Aliansi Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung, Meri Ulvia, Senin (13/04/2020).

Menurut Meri, Sema dan Dema sudah berupaya melakukan komunikasi dengan birokrasi kampus. Namun kata dia, sampai saat ini belum membuahkan hasil.

“Ya, respon birokrasi kampus hanya diminta menunggu dan bersabar. Karenanya, kami membuat pamflet sebagai informasi bahwa Sema dan Dema tetap mengawal terkait aturan ini,” tutur aktivis perempuan KOPRI Rayon Tarbiyah itu.

Sementara, Ketua Dema Fakultas Tarbiyah, Muhammaf Gozali mengatakan, untuk subsidi UKT pihaknya sama sekali belum mendapatkan kejelasan dari pihak dekanat. Bahkan, kata dia, permohonan audiensi Dema belum direspon oleh pihak kampus.

“Untuk UKT sama sekali belum ada respon. Tapi kami akan terus mengawal sampai ada kejelasan,” kata pemilik sapaan beken Gozel itu.

Dikatahui, Kemendikbud telah menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait subsidi kuota bagi mahasiswa. Salah satu poin dalam edaran itu adalah menginstruksikan pihak perguruan tinggi negeri untuk memberi bantuan pulsa ke mahasiswa. Jumlah pulsa disesuaikan dengan kebijakan kampus. Sumber dana diambilkan dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Pelaksanaan ini harus transparan dan memperhatikan pertanggungjawaban APBN.

Berikut bunyi SE tersebut :
Nomor: 331/E/E2KM/2020
Hal: Bantuan Sarana Pembelajaran Daring kepada Mahasiswa
6 April 2020

Yth Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
dalam daftar terlampir

Sehubungan dengan Pandemi COVID-19, kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan proses pembelajaran mahasiswa dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh/pembelajaran daring. Dalam rangka memfasilitasi mahasiswa untuk fokus belajar di rumah, maka Pimpinan PTN dapat memberikan bantuan sarana pembelajaran daring bagi mahasiswa yang membutuhkan dengan melakukan hal berikut:

1. melakukan revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) untuk memberikan bantuan
pulsa kepada mahasiswa;
2. membuat Surat Keputusan (SK) Pimpinan PTN untuk bantuan tersebut;
3. jumlah nominal bantuan pulsa disesuaikan dengan kebijakan PTN;
4. membuat Petunjuk Teknis Pelaksanaan Bantuan;
5. sumber dana dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP); dan
6. membuat laporan pertanggung jawaban.

Berkenaan hal tersebut di atas, pelaksanaan bantuan agar dapat dilaksanakan secara transparan serta memperhatikan pertanggungjawaban keuangan APBN sesuai dengan peraturan yang berlaku dan akuntabel.

Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami sampaikan terima kasih

Plt. Direktur Jenderal,
Nizam

Berikut adalah SE dari Kemenag :



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *