October 29, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Masyarakat Keluhkan Kesulitan Ekonomi Saat Pandemi

3 min read

Dari Reses Anggota Komisi V DPRD Lampung di Kalirejo Lamteng

JARRAKPOSLAMPUNG – Reses masa sidang pertama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Lampung berlanjut. Anggota FPKB Lampung, Jauharoh Haddad kembali menjaring aspirasi masyarakat (Asmara), kali ini di dua desa di Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, Selasa (21/04/2020).

Selain menggelar pertemuan terbatas, lantaran harus menerapkan physical distancing, legislator yang akrab disapa Kak Jau itu juga mengunjungi masyarakat dari pintu ke pintu (dor to dor).

Jauharoh Haddad membagikan bingkisan berupa sembako guna meringankan beban masyarakat, khususnya yang terdampak ekonomi saat pandemi Covid-19.

Menurut Kak Jauh, dari pertemuan terbatas dan beberapa kunjungannya, dirinya menyimpulkan bahwa saat ini fokus ke inginan masyarakat adalah ketahanan pangan. Sebab, kata dia, dimasa pandemi tidak sedikit masyarakat yang kehilangan pekerjaan sehingga terdampak secara ekonomi.

“Ya, mayoritas keluhan masyarakat adalah disektor ekonomi dan pangan. Karenanya, kami datang tidak hanya tangan kosong. Kami membagikan bingkisan berupa sembako, mudah-mudahan sedikit meringankan beban masyarakat ditengah pandemi Covid-19 seperti sekrang ini,” kata Ketua Bapemperda DPRD Lampung itu.

Dikatakannya, banyak kebijakan pemerintah dalam upaya meringankan beban masyarakat saat pandemi Covid-19 ini. Diantaranya, kata dia, adalah bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa. Dimana, jelas dia, penerimanya adalah masyarakat terdampak secara ekonomi saat pandemi Covid-19 dan tidak terakomodir dalam program lain, seperti PKH dan Kartu Pra Kerja.

loading...
Anggota Komisi V DPRD Lampung, Jauharoh Haddad memastikan kesipan Puskesmas dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pada kesempatan itu, Jauharoh juga memberikan masing masing dua unit APD standar Covid-19 pada dua Puskesmas.

“Itu nanti akan di awasi oleh DPRD Kabupaten pelaksanaannya. BLT itu harus benar-benar tepat sasaran dan harus berupa uang tunai bukan berupa sembako,” jelas dia.

Ketua PW LKKNU Lampung itu juga menyempatkan diri bersilaturrahmi (Sowan) ke sejumlah Kiai NU di Kecamatan Kalirejo.

Selain jaring asmara, mantan aktivis PB PMII itu, juga melakukan sosialisasi terkait ikhtiyar memutus mata rantai penularan Covid-19. Beberapa komunitas masyarakat di dua desa, yakni Desa Sukosari dan Desa Balarejo, Kalirejo, Lampung Tengah disambanginya untuk mensosialisasikan hal tersebut.

Menurut Kak Jau, masyarakat tidak perlu khawatir yang berlebihan menghadapi wabah virus mematikan asal Wuhan, Tiongkok itu. Sebab, kata dia, rasa khawatir yang berlebihan justru hanya akan membuat sistem imun seseorang menjadi lemah dan mudah terinfeksi virus.

“Jangan terlalu dihantui rasa khawatir. Kita jalankan saja apa yang sudah dianjurkan pemerintah. Jalankan protokoler kesehatan, rajin cuci tangan dan banyak makan buah dan sayur, tetap jaga jarak dan mengenakan masker jika ada keperluan diluar rumah,” tutur Ketua PW LKKNU itu.

Kemudian, Kak Jau juga sempat menyambangi beberapa fasilitas kesehatan, di dua Puskesmas, diantaranya Puskesmas Kalirejo dan Puskes Poncoindah. Pada kesempatan tersebut Kak Jau memberikan beberapa unit APD standar untuk penanganan Covid-19.

“Mereka para pekerja medis harus menjadi perhatian utama kita. Karenanya dalam kesempatan ini saya memberikan dua unit APD standar penanganan Covid-19,” ujarnya.

Usai reses, seperti biasa Kak Jau juga menyempatkan diri untuk bersilaturrahmi (Sowan) ke kediaman beberpa tokoh. Diantaranya, tokoh NU di Kalirejo dan Bangunrejo, yakni KH. Abdul Jalil dan Gus Aan.

Tidak lupa juga, tokoh perempuan Nahdlatul Ulama itu juga menyambangi kediaman beberapa kader Ansor dan PKB, diantaranya Pak Umin dan Pak Subur juga bersilaturrahmi dengan Pengurus Fatayat NU Kalirejo. (***)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed