Wed. Oct 21st, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

MENOLAK PILKADA SERENTAK TAHUN 2020 OLEH GABUNGAN ORGANISASI

2 min read

JAKARTA, balapatti.com | Selasa 8/9/2020, Pilkada Serentak di tahun 2020 menuai banyak protes dari banyak kalangan. pasalnya, Pilkada tahun ini terpaksa harus dihelat pada masa-masa rumit pandemi covid-19.

Mencermati kondisi ini, Gabungan Organisasi yang mengatas namakan Komite Penyelamat Pemilu 2020 yang terdiri dari organisasi seperti, Gerakan Aktivis Mahasiswa Indonesia, Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia, Komite Mahasiswa dan Pemuda Revormasi, Gerakan Persatuan Indonesia, Koalisi Mahasiswa Bersatu, Komite Demokrasi Pemilu, Demokrasi Persatuan Indonesia, Independen Demokrasi Rakyat, Gerakan Pemerhati Bangsa, Aliansi Cinta Rakyat, menggelar Unjuk Rasa.

Demonstrasi berlangsung di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jl. Imam Bonjol No.29, RT.8/RW.4, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310 pada pukul 14:10 WIB, Setelah itu masa aksi bertolak menuju Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU), Jl. M.H. Thamrin No.14, RT.8/RW.4, Gondangdia, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10240 pada pukul 14:30 WIB.

Kordinator aksi, Ami Palo diatas mobil sound menyampaikan bahwa Demokrasi Indonesia disodomi oleh kepentingan para elit politik untuk memecah bela bangsa ditengah arus krisis ekonomi yang melanda bangsa dimasa pandemi covid-19.

” Kita lihat bangsa Indonesia menghadapi krisis ekonomi dengan presentasi tingkat kemiskinan menjadi 80% disebabkan pandemi covid-19. Namun Postur APBN dan APBD terkuras membiayai Pilkada serentak di tahun ini, harusnya anggaran tersebut dialokasikan untuk menangani covid-19, demi peningkatan mutuh ekonomi masyarakat miskin. ujarnya

Lanjut dia, Lebih aneh lagi yang terjadi adalah ditengah pandemi covid-19 Pemerintah RI dan Kepolisian RI, mengeluarkan maklumat untuk tidak melakukan keramayan ditengah pandemi covid-19, bahkan dilarang untuk tidak melakukan pelaksanaan ibadah ditempat-tempat ibadah, itu pun ditutup dan dilarang tidak beribadah dengan dalih karena covid-19. Lantas kenapa pilkada serentak pemerintah dengan luluhnya mengizinkan untuk melaksanakan pilkada ditengah pandemi civid-19.

“Sekiranya kami menegaskan kepada pihak penyelenggara pilkada, bahwasanya jangan sampai pilkada kali memakan korban, untuk kami tetap bersih keras untuk menolak Pilkada serentak 2020” Tandasnya.

Para demonstran menuntut dua poin penting diantaranya, Menolak pilkada serentak dimasa pandemi covid 19, serta alihkan APBN dan APBD untuk korban covid 19 dimasa krisis rakyat. KPU dan BAWASLU kembalikan mandat penyelenggara Pilkada Serentak kepada Menteri Dalam Negeri dan Presiden RI.

(ELW”89, YL99)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed