November 29, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Pilih Isolasi Mandiri, PDP di Lamsel Meninggal

2 min read

JARRAKPOSLAMPUNG – Korban meninggal akibat Covid-19 terus bertambah. Kali ini warga Lampung Selatan (Lamsel) menjadi pasien dalam pemantauan (PDP) ke empat yang tidak tertolong, lantaran menolak untuk diisolasi dan dirawat di Rumah Sakit.

“PDP tersebut laki-laki usia 22 tahun, alamatnya di Desa Canggung Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung, dr Reihana melalui video yang dikirim ke WhatsApp Group (WAG) resmi info ‘Covid-19 Provinsi Lampung’. Selasa (14/04/2020).

Riwayat PDP tersebut, lanjut Reihana, sebelumnya mempunyai riwayat dari Tangerang, Banten 7 April 2020. Saat pertama kali datang, kata dia, pasien sehat dan tidak ada keluhan sakit.

Kemudian, pada 11 April 2020, penderita tersebut mengalami gejala batuk, pilek dan demam. Kemudian, penderita juga bersama dengan ayahnya berobat ke dokter praktik swasta di Kalianda, Lampung Selatan.

“Saat itu penderita tidak diberikan obat, namun disarankan dokter untuk isolasi mandiri. Namun, penderita tersebut pergi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar, Kalianda untuk berobat kembali,” terang Reihana.

Ketika di RSUD Bob Bazar, penderita tersebut disarankan untuk isolasi mandiri di rumah sakit. Namun ayah pasien menolak. Akhirnya pasien disarankan untuk isolasi mandiri di rumah.

“Pada 13 April 2020, ayah penderita menghubungi bidan desa di wilayahnya dan menyampaikan anaknya mengalami sesak nafas,” jelas dia.

Kemudian, lanjut Reihana, bidan tersebut menghubungi tenaga surpelen yang ada di Puskesmas setempat, dan pasien tersebut disarankan untuk dirujuk ke RSUD Bob Bazar Lampung Selatan.

“Bebelum sempat dirujuk, penderita tersebut meninggal dunia. Mengetahui hal itu, pihak puskesmas menuju ke rumah duka mengambil jenazah, untuk dibawa ke RSUD Bob Bazar guna dilakukan rapid test. Hasilnya, negatif Covid-19,” tuturnya.

Meski negatif, lanjunya, jenazah tersebut tetap dilakukan penalaran sesuai dengan protokol penangan jenazah Covid-19.

“Tetap dilakukan penalaran sesuai protokoler penanganan jenazah Covid-19,” pungkasnya. (***)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed