Sun. Sep 27th, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Pilkada 2020 Bakal Sepi Caden

2 min read

JARRAKPOSLAMPUNG – Sejak dibuka 3 Desember 2019 lalu, pendaftaran Bakal Calon Kepala Derah (Balonkada) melalui jalur perseorangan (independen) masih nihil.

Devisi Teknis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesisir Barat, Ramzi mengatakan, di wilayah kerjanya sama sekali belum ada tanda-tanda akan adanya Calon Independen (Caden).

“Sampai sekarang belum ada. Jangankan Liaison Officer (LO) dari Caden yang datang. Info dari masyarakat terkait Caden yang mengumpulkan dukungan pun belum terdengar,” kata Ramzi kepada jarrakposlampung.com disela Bimtek di Hotel Emersia, Rabu (11/12/2019).

Menurut Ramzi, di babarapa daerah yang akan menggelar Pilkada 2020 mendatang, baru Lampung Timur dan Pesawaran yang berpotensi muncul Caden. Hal tersebut, kata dia, dilihat dari adanya komunikasi dari LO Caden.

“Setahu saya dari obrolan teman-teman baru di Lampung Timur dan Pesawaran yang berpotensi ada Caden. Untuk Pesisir Barat, Bandarlampung, Waykanan, Lampung Selatan dan Lampung Tengah belum terdengar,” tutur Ramzi.

Devisi Teknis KPU Pesawaran, Yudi Ardiansyah

Senada, Devisi Teknis KPU Pesawaran, Yudi Ardiansyah mengatakan, sejak dibuka 3 Desember 2019 lalu, hingga saat ini baru LO dari salah satu calon yang datang untuk berkonsultasi terkait persyaratan Caden.

“Belum ada yang daftar. Tapi kalau sebatas komunikasi ada satu yang sudah komunikasi, yakni LO dari Pak Lazuardi,” kata Yudi.

Untuk itu, lanjut Yudi, pihaknya menghimbau kepada para calon peserta Pilkada, khususnya Caden agar dapat berkonsultasi kepada pihaknya terkait syarat dan teknis Caden.

“Ya, baiknya LO Caden menjalin komunikasi dengan kami, agar tiba waktunya nanti tidak terlalu tergesah-gesah, mengingat persyaratan Caden ini berbeda dengan rekomendasi partai,” pungkasnya.

Sementara, KPU) Lampung telah menetapkan syarat dukungan minimal bagi calon kepala daerah yang maju lewat jalur perseorangan atau calon independen (caden).

Menurut Divisi Teknis KPU Lampung, Ismanto, bagi wilayah yang memiliki jumlah daftar pemilih tetap (DPT) antara 250 ribu – 500 ribu maka jumlah minimal dukungan sebesar 8,5 persen. 

“Sedangkan wilayah yang total DPT nya antara 500 ribu – 1 juta maka syarat dukungannya sebesar 7,5 persen,” jelasnya.

Dia mengatakan, ketentuan calon perseorangan itu sudah diumumkan oleh delapan KPU kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada 2020 mendatang.

“Ini dimaksudkan agar publik bisa mengetahui dan menghitung. Sebab perhitungan jumlah dukungan untuk setiap kabupaten/kota berbeda, tergantung jumlah penduduknya,” kata Ismanto, Selasa (10/12/019) lalu.

Berdasarkan rapat pleno yang telah digelar KPU delapan kabupaten/kota di Lampung, telah ditetapkan jumlah fotokopi KPT yang harus di setorkan sebagai syarat calon perseorangan.  

Sedangkan minimal sebaran wajib 50 persen + satu dari total kecamatan yang ada di wilayah setempat.

“Untuk Kabupaten Waykanan 28.855 dukungan (DPT 339.460) yang tersebar di delapan kecamatan; Lampung Tengah minimal 71.293 dukungan (DPT 950.566) yang tersebar di 15 kecamatan; dan Lampung Timur minimal 59.262 dukungan (DPT 790.159) yang tersebar di sembilan kecamatan,” sebutnya.

Selanjutnya Bandarlampung 47.864  dukungan (DPT 638.174) yang tersebar di 11 kecamatan. Pesawaran minimal 28,021 dukungan (DPT 329.655) yang tersebar di enam kecamatan; dan Pesisir Barat minimal 11,235 dukungan (DPT 112.343) yang tersebar di enam kecamatan. 

Kemudian Kota Metro 11.432 dukungan (DPT 114.411) yang tiga kecamatan dan Lampung Selatan 56.940 dukungan (DPT 759.195) yang tersebar di sembilan kecamatan.

“Untuk penyerahan dokumen pendaftaran calon perseorangan dimulai tanggal 19-23 Februari 2020 di kantor KPU kabupaten/kota masing-masing,” jelasnya.

Selanjutnya KPU akan melakukan pengecekan jumlah dukungan dan sebaran pada 19-26 Februari 2020. Dilanjutkan dengan verifikasi administrasi dan kegandaaan dokumen dukungan pada 27 Februari hingga 25 Maret 2020. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed