November 30, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Proyek Jalan Bermasalah, Dewan Gerak Cepat

2 min read

Panggil Dinas Bina Marga, Rekanan Terancam Blacklist Hingga Pidana

JARRAKPOSLAMPUNG – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung mengambil langkah cepat terkait buruknya kualitas pengerjaan pembangunan ruas Jalan Blambangan Umpu-Srirejeki dan Srirejeki-Pakuon.

Proyek Rigit Beton di bawah naungan Dinas Bina Marga dengan nilai Rp27 miliar lebih, yang dikerjakan PT Segitiga Permai Perkasa dan PT Indoteknik Indo Sokusi tersebut sempat menuai protes sejumlah kalangan.

loading...

Bagaimana tidak, pembangunan dua ruas jalan Rigit Beton tersebut diduga tidak sesuai bestek. Karenanya, kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Selain retak-rerak di sejumlah titik bahkan mulai terkikis atau mengelupas.

“Kita akan segera panggil Satuan Kerja (Satker) terkait. Sebab, sudah banyak laporan yang masuk ke kami (Komisi IV),” kata Anggota Komisi IV DPRD Lampung, Soni Setiawan kepada jarrakposlampung.com, Kamis (23/01/2020).

Menurut Soni, pihaknya akan merespon dengan baik apa pun yang menjadi keluhan masyarakat terkait pembangunan infrastruktur yang menjadi domain pihaknya. Terkait masalah Rigit Beton di Way Kanan, lanjutnya, pihaknya akan segera meminta klarifikasi Dinas Bina Marga.

“Dinas Bina Marga akan kami minta menjelaskan terkait persoalan tersebut. Bila perlu kami akan turun langsung ke lokasi untuk mengkroscek,” tutur anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) itu.

Lalu, sanksi apa yang akan diberikan jika ternyata memang sitemukan permasalahan? Soni menjelaskan, tentu sanksi terberat adalah pidana jika benar ada penyimpangan anggaran melalui pengurangan kualitas bahan sehingga merugikan keuangan negara.

“Ya, jika sampai menimbulkan kerugian negara tentu sanksinya pidana. Tapi tentu kita akan pastikan dulu, paling tidak jika benar ada yang tidak beres, rekanannya kita rekomendasikan untuk di Blacklist,” jelas dia.

Untuk itu, tambahnya, pihaknya perlu mendengar keterangan dari semua pihak yang terlibat dalam proses pembangunan tersebut.

“Makanya kita akan panggil dulu Kadisnya. Kita minta pertanggungjawaban semua pihak yang terlibat,” pungkasnya. (tim)

Editor : arie

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed