November 29, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Rekrutmen Panwascam Balam Kental Aroma Titipan

2 min read

Bawaslu Dinilai Kangkangi Aturan

Proses seleksi wawancara yang di lakukan Bawaslu Kota Bandarlampung beberapa waktu lalu.

JARRAKPOSLAMPUNG – Rekrutmen Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandarlampung, dinilai mengangkangi Surat Keputusan (SK) Bawaslu RI.

Hal tersebut, diungkapkan oleh Aktivis Lampung Memantau, Yonkki Ibrahim dalam surat elektroniknya yang diterima jarrakposlampung.com, Jumat (20/12/2019).

Menurut Yonkki, pihaknya mencurigai adanya praktik nepotisme dalam rekrutmen Panwascam, terutama di Kecamatan Sukarame. Dimana, lanjut Yonkki, di kecamatan tersebut ada nama yang dinyatakan lolos seleksi merupakan kakak kandung dari Komisioner Bawaslu Provinsi Lampung.

“Ini jelas tidak etis. Tentu ini akan menimbulkan efek negatif, Conflic of Interest. Dimana dalam SK Bawaslu RI No: 0883/K.BAWASLU/KP.01.00/XI/2019 ayat 3, huruf a. Persyaratan nomor 16 jelas tidak memperbolehkan adanya ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilihan. Logikanya, ada ikatan perkawinan saja tidak boleh, apalagi ikatan darah,” kata Yonkki.

Adanya temuan ini, lanjut Yonkki, pihaknya sudah mengajukan keberatan kepada Bawaslu Kota Bandarlampung, melalui jejak pendapat masyarakat yang dibuka Bawaslu. Kendati demikian, hal tersebut dikesampingkan.

“Ini menjadi pertaruhan bahwa tidak ada jaminan dikemudian hari jika terdapat permasalahan Etik pada pihak yang bersangkutan, maka dapat dipastikan komisioner tersebut akan membela mati-matian kakak kandungnya,” tuturnya.

Atas temuan tersebut, tambah Yonkki, pihaknya menilai jika proses perekrutan Panwascam Kota Bandarlampung sarat kepentingan dan kental aroma titipan (nipotisme).

“Bagaimana Pemilu akan berlangsung sesuai ekspektasi masyarakat jika penyelenggaranya saja tidak berintegritas,” ujar Yonkki.

Sesuai dengan prinsip umum pembentukan Panwascam, tambah Yonkki, berpedoman pada prinsip mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, proporsional, akuntabel, efektif dan efesien.

“Tuntutannya kita minta dibuka ke publik hasil tes terhadap seluruh peserta seleksi. Jika tidak, maka kami meminta agar dilakukan selekai ulang secara keseluruhan,” tegasnya.

Selain tuntutan tersebut, Lampung Memantau juga berencana melaporkan perkara ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Karenanya, tambah Yonkki, pihaknya mendesak agar pelantikan terhadap Panwascam terpilih tidak dilakukan sebelem ada keputusan, kasus selesai.

“Bukti tim investigasi Lampung Memantau lengkap. Berbekal bukti ini kami akan laporkan ke DKPP. Kami juga meminta agar pelantikan tidak dilakukan sebelum ada keputusan hukum tetap terkait kasus ini,” pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, tidak satu pun komisioner Bawaslu Kota Bandarlampung merespon pertanyaan wartawan terkait persolan tersebut. Bahkan pesan elektronik yang dikirim jarrakposposlampung.com ke salah satu komisioner, tidak di respon. (red)

loading...
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed