Sun. Sep 27th, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Rp44,5M DD di Tanggamus Dialokasikan untuk Cegah Covid-19

2 min read

Tepatkah Penggunaannya?

JARRAKPOSLAMPUNG – Pemerintah Kabupaten Tanggamus bersama Tenaga Ahli (TA) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) menyepakati penggunaan Dana Desa (DD) sebesar Rp44.530.600.000 untuk program memutus mata rantai penularan Covid-19.

Lalu, upaya apa saja yang akan dilakukan dengan dana tersebut? TA P3MD setempat, Muhammad Bindarsyah mengatakan, langkah yang disepakati antara pihaknya dengan Pemkab, sesuai dengan Surat Sdaran (SE) Menteri Desa PDTT Nomor 8 tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa.

“Ya, untuk Tanggamus jumlahnya sekitar Rp44,5 M, dari Dana Desa yang dianggarkan untuk pencegahan dan penanganan dampak Covid-19. Anggaran ini tersebar di 299 pekon yang ada di kabupaten Tanggamus dan jumlahnya bervariasi sesuai dengan jumlah penduduk miskin yang ada di pekon,” kata Bindar, Sabtu (04/04/2020).

Ada pun kegiatan yang akan dilakukan, lanjut Bindar, berupa sosialisasi terkait apa itu Covid-19 dan edukasi tentang protokoler kesehatan. Kemudian, kata dia, ada juga pembuatan pos jaga, penyemprotan disinfektan, hingga pengadaan masker.

“Ada juga penyediaan dana tak terduga untuk bantuan masyarakat, apabila pekon dinyatakan zona bahaya dan harus karantina wilayah,” tuturnya.

Senada, salah seorang Pendamping Desa di Kecamatan Semaka, Tanggamus, Soffan menuturkan, jumlah alokasi dana untuk setiap desa dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 tersebut variatif, tergantung luas wilayah dan jumlah penduduk.

Pendamping Desa Kecamatan Semaka, Soffan (kiri) bersama rekan kerjanya.

“Kalau untuk kegiatan pencegahan dan penanganan dananya relatif sama, kisaran Rp72.200.000 per pekon, bahkan bisa lebih dari itu tergantung luas wilayahnya. Namun yang berbeda yaitu alokasi biaya tak terduga, ada yang Rp30juta hingga Rp60juta bahkan ada yang diatas Rp100juta per pekon. Pemda yang tentukan nilai alokasinya, yakni sesuai jumlah KK dikali 3 bulan dikali Rp200ribu,” jelad Soffan.

Diketahui, sebagai upaya menangani pandemi Covid-19, pemerintah pusat menambah anggaran belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk penanganan Covid-19, salah satunya melalui anggaran Dana Desa Tahun 2020.

Hal tersebut dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang -Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Covid-19. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed