Thu. Sep 17th, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Seleksi Serampangan Punggawa Penyiaran, Kental Aroma Titipan

2 min read
Dinilai Tidak Transparan, Mantan Dewan dan Putri Aleg Lolos 21 Besar

JARRAKPOSLAMPUNG – Seleksi Anggota Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Lampung sedang berlangsung. Saat ini telah memasuki tahapan uji publik, hingga Sabtu 8 Agustus 2020 mendatang, terhitung jelak diumumkannya nama 21 besar hasil seleksi oleh Timsel, Selasa (04/08/2020).

79 nama sebelumya telah mengikuti seluruh tahapan seleksi. Mulai dari seleksi berkas, psikotes, tes tertulis dan sesi wawancara. Namun, sangat disayangkan tidak ada parameter yang jelas untuk menentukan siapa yang layak mendusuki tujuh kursi punggawa penyiaran di daerah itu. Bahkan, nilai dari hasil seleksi pun tidak di publish.

“Ya, kami legowo jika memang kami tidak lolos. Tapi paling tidak ada transparansi nilai. Jangan kesannya tidak transparan. Apa parameternya kok bisa masuk 21 besar,” kata salah satu peserta tes, Febriana, Kamis (06/08/2020).

Berbeda dengan Febrina, peserta tes asal Lampung Tengah, Ariyadi Asaik justru mengungkapkan kekecewaannya, lantaran adanya kader partai dan anak kandung anggota Komisi I DPRD Lampung yang lolos 21 besar.

Salah satu peserta seleksi KPID Lampung yang menunggu giliran tahapan tes wawancara, beberapa waktu lalu.

“Mestinya dari CV sudah dapat dideteksi bahwa kedua orang tersebut tidak sapat melanjutkan tahapan, lantaran jelas berapliasi politik terhadap parpol tertentu, sebagaimana syarat mendaftar. Anak kandung anggota DPRD tentu tidak terbantahkan apriliasi politiknya, terlebih mantan anggota dewan yang baru setahun demisioner,” kata Ariyadi.

Dari penelusuran jarrakposlampung.com, dua nama dari 21 besar justru erat kaitannya dengan partai politik. Hal tersebut jelas mengindikasikan bahwa aroma titipan sangat kental dalam proses seleksi lembaga independen yang dibentuk atas amanat undang-undang 32/2002 itu.

Menanggapi hal tersebut, Aktivis Lampung Memantau, Yan Barusal sangat menyayangkan adanya dua nama yang sangat erat kaitannya dengan parpol tersebut dan ketidak transparanan Timsel.

“Ini ada apa kok bisa mantan anggota DPRD yang baru setahun merampungkan jabatannya lolos dalam seleksi. Kan, jelas bahwa syarat mendaftar tidak berapriliasi politik dengan partai mana pun. Apalagi saya dengar ada anak anggota Komisi I DPRD juga lolos. Ini bagaimana, bapak akan menseleksi anak,” kata Yan.

Dari kasus ini, lanjut Yan, tentu mencedrai semangat dari cita-cita terbentuknya KPI itu sendiri. Mestinya timsel transparan, agar jelas parameter penilaian dalam proses seleksi.

“Ini tidak bisa di lanjutkan. Komisi 1 DPRD harus memghentikan proses seleksi ini. Ini tidak sehat,” tegasnya.

Diketahui dari 21 besar yang lolos seleski KPID Lampung, ada nama mantan anggota DPRD Waykanan, Hendra S.Sos dari Partai Hanura, dan nama putri dari anggota Komisi I DPRD Lampung, Mardani Umar yakni Nisa’ul Fithri Mardani Shihab. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

//graizoah.com/afu.php?zoneid=3567752