October 23, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Sentra Gakkumdu ; Diperkuat atau Bubarkan?

2 min read

DKPP Ingin Gakkumdu Seperti KPK
Bawaslu Lampung Usul Bubarkan

JARRAKPOSLAMPUNG – Polemik terkait keberadaan Sentra Gakkumdu yang dinilai mandul dalam penegakan hukum yang berkaitan dengan Pidana Pemilu terus bergulir. Bawaslu Lampung bahkan akan melayangkan usulan pembubaran terhadap lembaga tersebut.

Kendati demikian, ada juga yang menganggap justru keberadaan Sentra Gakkumdu sangat dibutuhkan. Karenannya, Sentra Gakkumdu harus diperkuat bukan justru dibubarkan.

Bawaslu Pesawaran misalnya, melalui Devisi Hukumnya, Mutolib mengatakan, pada prinsipnya pihaknya ikut apa yang sudah menjadi keputusan Bawaslu Lampung terkait rencana usulan pembubaran Sentra Gakkumdu. Apa lagi, lanjut Tolib, hal tersebut muncul atas desakan forum pada Workshop Eksaminasi Perundang-undangan di Balroom Emersia Hotel, Kamis (07/11/2019).

Kendati demikian, Tolib mengaku lebih sepakat jika Sentra Gakkumdu diperkuat dari pada harus dibubarkan.

“Sebenarnya menyoal masalah Gakkumdu ini problemnya yaitu penyamaan persepsi antara Bawaslu, Polisi dan Jaksa berkaitan dengan pasal pidana yang diterapkan terhadap suatu kasus,” kata Tolib kepada jarrakposlampung.com, Kamis (7/11/2019) malam.

Karenanya, lanjut Tolib, dirinya lebih sepakat jika menguatkan peran Gakkumdu itu sendiri, ketimbang harus dibubarkan.

Lalu, pengutan yang bagaimana? Tolib menjelaskan, perlu adanya sebuah Standar Operasional Prosedur (SOP) yang itu menjadi rujukan bersama. Harapannya, kedepan tidak ada lagi perspektif hukum yang berbeda dalam penanganan sebuah kasus Pidana Pemilu.

“Ya, perlu semacam SOP dalam hal gelar perkara untuk menentukan unsur-unsur pasal, agar antara Bawaslu, pihak Polri dan pihak Kejaksaan tidak memiliki enterpretasi yang berbeda,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Devisi Hukum Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung akan mengusulkan pembubaran Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) ke Bawaslu RI. Sebab, lembaga tersebut dinilai tidak efektif dan sudah melampaui Tupoksi dari Bawaslu.

“Sentra Gakkumdu yang merupakan gabungan dari tiga instansi (Kejaksaan, Kepolisian dan Bawalsu) yang kerjanya tidak efektif,” kata Divisi Hukum Bawalu Lampung, Tamri usai Workshop Eksaminasi Perundang-undangan di Balroom Emersia Hotel, Kamis (07/11/2019).

Menurut Tamri, pihaknya akan jadikan dinamika forum sebagai salah satu acuan dalam pengusulan pembubaran Gakumdu ke Bawaslu RI.

“Ya, ini merupakan hasil dari dinamika forum, sehingga apa adanya akan kita sampaikan ke Bawaslu RI kemudian untuk dibawa ke DPR RI dalam pengajuan perubahan UU,” jelas Tamri.

Sentra Gakkumdu, lanjut Tamri, sudah melampaui batas dari Bawaslu sendiri, sehingga sebaiknya dibubarkan.

“Bawaslu selama ini selalu jadi kambing hitam, terkait penangan politik uang. Ya, apabila regulasi tidak dirubah, Maka Bawaslu tidak bisa lakukan apa-apa,” ujarnya.

Sementara, salah satu Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Muhammad meminta Sentra Gakkumdu menjadi lembaga layaknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meskipun terdiri dari beberapa unsur, tetapi utuh menjadi satu lembaga.

“Sentra Gakkumdu harus seperti KPK. Penyidik dan penuntutnya harus benar-benar full time menjadi organ Bawaslu,” kata Muhammad dalam sebuah diskusi di kawasan Karamat, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019). (ari)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed