Thu. Oct 15th, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Siapa Bilang Lansia Tak Produktif?

2 min read

Dibawah Bimbingan CV Nusantara, Lansia Mampu Berperan Ciptakan Ketahanan Pangan



MENELUSURI jembatan-jembatan kecil yang tepat dibawahnya lalu lalang perahu dayung, sebagai sarana transportasi warga. Meniti tanggul-tangul terjal, pematang tambak berdebu, menjadi sajian khusus para pejuang pemberdayaan Kampung Dipasena Sejahtera dan Kampung Dipasena Abadi, Tulang Bawang, Minggu (15/12/2019).

Ya, hanya untuk sekedar berkunjung ke kediaman para Lansia (kader posyandu), sebagai upaya membangun kedekatan. Seolah kebal dengan sengatan terik matahari kader posyandu Kampung Depasena Sejahtera tak henti berinovasi.

Bahkan, dalam perencanaan program tahun 2020 Kader Posyandu Lansia di dua kampung tersebut, telah menyiapkan program di bawah pendapingan Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) CV Nusantara yakni program peran Lansia dalam menciptakan ketahan pangan.

Jembatan pengubung kanal-kanal tambak di eks Pertambakan Depasena menuju desa dampingan para Pejuang Pemberdayaan.

Progja tersebut guna mencipkan subyek pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), yakni Lansia dalam menyiapkan ketahanan pangan Kampung Sejahtera.

Tim Ahli P2KTD CV Nusantara, Siti Khoiriyah mengatakan, Program Inovasi Desa (PID) adalah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif dan inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa. Peningkatan kapasitas desa dalam PID, lanjutnya, dilakukan melalui kegiatan Pengelolaan Pengetahuan Inovasi Desa (PPID) dan P2KTD.

“Kegitan PPID dan P2KTD guna membantu pembangunan desa dengan fokus pada bidang pengembangan ekonomi lokal dan
kewirausahaan, pengembangan SDM dan infrastrukur desa. Di sanalah nanti akan tercipta ketahanan pangan yang dimaksud,” kata Khoir.

Senada, Pendamping Desa Kecamatan Rawa Jitu Timur, Romli mengatakan, peningkatan kualitas SDM, khususnya investasi di bidang kesehatan dasar, terutama dalam mendukung program prioritas nasional pencegahan stunting secara konvergen.

Proses pendampingan yang dilakukan Tim Ahli P2KTD dari CV Nusantara, Siti Khoiriyah.

“Dengan demikian, produktivitas perdesaan tidak hanya melibatkan aspek strategi peningkatan pendapatan, melainkan juga pengurangan beban biaya dan resiko hilangnya potensi SDM berkualitas di masa yang akan datang,” kata dia.

Peningkatan kualitas pelayanan Posyandu Lansia, lanjutnya, yang dilakukan Kampung Dipasena Sejahtera merupakan praktik inovasi desa untuk meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan untuk Lansia.

“Ini lah yang di maksud dengan mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pelayanan kesehatan,” ujar Romli.

Ketua Posyandu Lansia Kampung Dipasena Sejahtera, Sukmawati menjelaskan, pihaknya telah memberikan layanan Posyandu kepada Lansia tanggal 22 setiap bulannya.

“Beberapa layanan yang dilaksanakan adalah menyecek kesehatan fisik lansia, memberikan makanan tambahan gizi dan lainnya,” kata dia.

Sementara, Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (PSD) Kabupaten Tulang Bawang, Khoirudin mengatakan, Posyandu menjadi hal yang prioritas, karena masuk dalam kegiatan dan pencegahan stunting.

“Dengan banyaknya kampung yang mengambil komitmen Posyandu Lansia diharapkan bisa menjadikan kabupaten yang nyaman untuk para lansia dan lansia sebagai subyek pembangunan kampung yang produktif,” jelasnya.

Semangat para pejuang pemberdayaan itu patut diacungi jempol. Tentu di tangan merekalah harapan pemerintah akan terciptanya tatanan masyarakat yang berdaya saing dapat terwujud.

Perjuangan kalian masih panjang! mantapkan niat, kuatkan tekat. Ujung tombak perubahan ada di pundak kalian. Semoga keikhlasan kalian menjadi catatan amal.

Bravo para pejuang pemberdayaan!
(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed