October 29, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Soal ABK Asal Indonesia di China, Ansor:Pemerintah Harus Tegas!

2 min read

JARRAKPOSLAMPUNG – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lampung menguruk keras dugaan kasus human trafficking atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap 18 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di Kapal Longxing China.

Ketua PW GP Ansor Lampung, Hidir Ibrahim mengungkapkan, hal tersebut sudah diluar batas. Bahkan, kata dia, ada ABK yang meninggal dunia malah mendapat perlakuan tak manusiawi.

“Ini biadab sekali. Mereka (China) memperlakukan tenaga kerja Indonesia tidak manusiawi. Pemerintah Indonesia harus usut dan tuntut secara keras dan tegas atas pelanggaran berat HAM ini,” kata mantan Anggota DPRD Lampung itu, Kamis (07/05/2020).

Tragedi yang menimpa 18 ABK asal Indonesia tersebut, lanjut Hidir, adalah bentuk perbudakan modern. Karenanya, kata dia, hal itu tidak boleh didiamkan.

“Pemerintah harus hadir dalam kasus ini. Saya mensinyalir hal itu tidah hanya terjadi pada satu kapal saja. Jangan-jangan hal serupa juga terjadi pada Kapal China yang mempekerjakan WNI,” tutur dia.

PP GP Ansor, lanjut Hidir, sudah mengambil langkah-langkah guna mengusut tragedi kemanusiaan dan pelanggaran serius hak-hak buruh ini. PP GP Ansor, kata dia, akan memberi pendampingan hukum melalui LBH Ansor.

“PP GP Ansor akan bekerjasama dengan pihak-pihak lain untuk mengupayakan perlindungan terbaik kepada ke-14 ABK dan ahli waris dari ABK yang gugur dalam tugas,” jelas dia.

Selain menuntut maaf dari perusahaan yang mempekerjakan para ABK pada korban dan masyarakat Indonesia, lanjut Hidir, perusahaan atas nama Dalian itu juga wajib memenuhi hak-hak pekerja dan mengganti semua akibat pelanggaran yang telah dilakukan perusahaan kepada ABK dan para ahli warisnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta Kementerian Luar Negeri, BP2MI, Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak terkait untuk memberi perlindungan ke-14 ABK selama masa karantina hingga proses pemulangan ke Tanah Air.

“Pemerintah Indonesia juga harus mengupayakan hak-hak ABK yang meninggal dunia secara maksimal untuk diterimakan kepada ahli warisnya,” tegas Hidir.

Sebelumnya, sebuah video disiarkan televisi berita Korea Selatan memperlihatkan jenazah ABK Indonesia dibuang ke laut dari atas kapal nelayan Cina. Video pertama kali diwartakan Munhwa Broadcasting Corporation (MBC) pada 6 Mei 2020. Diperkirakan pembuangan jenazah ABK WNI terjadi di Samudera Pasifik pada 30 Maret. (***)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed