Sun. Oct 18th, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Suami Istri di Bandarlampung Meninggal Karena Covid-19

2 min read

Total Meninggal Menjadi 5 Orang, 4 Positif Terinfeksi Covid-19, 1 Meninggal Dalam Status PDP

JARRAKPOSLAMPUNG – Setelah istrinya LH (59) meninggal dalam status pasien dalam pantauan (PDP) lantaran hasil swebnya belum diterima dampai saat ini. Tadi malam (Rabu 8 April 2020) sang auami AN (63) menghembuskan nafas terakhir di ruang isolasi RSUD Abdoel Moeloek.

AN adalah pasien ke 13 yang dinyatakan positif terinfeksi covid-19 di Lampung. AN diketahui sudah menjalani perawatan di RSUDAM sejak 1 April 2020 lalu, dengan status PDP, dan pada 5 April 2020 statusnya naik menjadi positif Covid 19.

Penjelasan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung, dr Reihana.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung, dr Reihana membenarkan hal tersebut. Menurutnya, AN sejak Rabu sore pukul 17.00 WIB, kondiainya drop dan petugas ahirnya memasang alat non inkubasi ventilator.


“Benar, pasien kami nomor 13 yang terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal pada Rabu malam. Karena kondisinya semakin memburuk, petugas kami sudah melakukan upaya penanganan dengan memasang alat non inkubasi ventilator. Namun, Tuhan berkehendak lain, karena pasien akhirnya meninggal dunia,” kata Reihana, Kamis malam.

AN sudah dimakamkan dengan menggunakan SOP protokoler pemakaman penderita Covid-19 di di pemakaman DSM Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Kamis sekitar pukul 14.05 WIB.

AN merupakan suami LH yang juga meninggal dunia di Ruang Isolasi RSUDAM pada Rabu 8 April 2020 kemarin dengan status PDP.

Sejauh ini Dinas Kesehatan Provinsi Lampung masih menunggu hasil pemeriksaan swab yang sudah dikirim ke Palembang.

Hasil pemeriksaan swab untuk memastikan pasien positif atau negatif terpapar virus Corona, biasanya baru akan dikirimkan dalam waktu empat hari.

Hingga kini tercatat, dari 18 pasien positif Covid-19 di Lampung, empat meninggal dunia, tujuh pasien masih menjalani perawatan, dan tujuh lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 2.183, dengan rincian sebanyak 1.124 telah selesai dilakukan pemantauan selama 14 hari, sedangkan yang masih dalam pemantauan ada 1.059 orang.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) total ada 47 orang. Dari jumlah itu, 30 pasien masih dirawat dan sedang menjalani isolasi, 16 dinyatakan negatif, dan satu pasien meninggal dunia. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed