December 1, 2020

Balapatti

Media Pemersatu Nusantara

Terkait Kasus Zainudin Hasan, KPK Geledah Kantor Nanang

2 min read

Atas Izin Bawas, Sita Beberapa Dokumen

JARRAKPOSLAMPUNG – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan beberapa dokumen dari Kantor Bupati dan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampung Selatan, Senin (13/07/2020).

Dalam keterangan tertulisnya kepada media, Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, tim penyidik KPK sedang mengumpulkan alat bukti dengan kegiatan penggeledahan pada beberapa tempat di Lampung Selatan, yakni Kantor Bupati Lampung Selatan dan Kantor Dinas PUPR Lampung Selatan.

Sejumlah orang berompi bertulisan KPK tampak masuk ke keruangan Bupati Lampung Selatan. (foto row)

“Barang yang sudah diamankan antara lain dokumen-dokumen yang berhubungan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang dilakukan penyidikan saat ini, dan akan dilakukan penyitaan setelah mendapatkan izin dari Dewas KPK,” kata dia .

Penggeledahan itu, lanjutnya, dilakukan dalam penyidikan terkait pengembangan perkara dugaan suap yang berhubungan dengan proyek-proyek infrastruktur di Lampung Selatan.

“Sebelumnya KPK telah pula menetapkan beberapa orang sebagai tersangka dan perkaranya telah berkekuatan hukum tetap, di antaranya Zainudin Hasan (mantan Bupati Lampung Selatan) dan kawan-kawan,” ujar Ali.

loading...
Tim KPK Meninggalkan Kantor Bupati Lampung Selatan.

Lembaga anti rasuah itu, tambah Dikri, saat ini belum dapat menyampaikan secara detail pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka terkait pengembangan kasus di Lampung Selatan tersebut.

“Sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan,” jelas dia.

Sebelumnya, Zainudin Hasan yang juga adik Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan itu telah divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang pada 25 April 2019 dengan pidana penjara 12 tahun dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, Zainudin juga diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp66.772.092.145 subsider 2 tahun penjara.

Zainudin juga sempat mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung (MA), namun ditolak sehingga Zainudin tetap divonis 12 tahun penjara sebagaimana putusan Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang. (***)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

loading...

You may have missed